Berita FIKES Online- Pulau lombok pada tanggal 05 Agustus 2018 diguncang gempa yang berkekuatan 7 Mw. Pusat gempa berada di 18 km barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 32 km. Gempa bumi ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa bumi di Pulau Lombok sejak gempa awalan 6,4 Mw akhir Juli lalu.  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir peringatan terjadinya tsunami akibat gempa ini. Gempa susulan sampai saat ini masih terus terjadi. Gempa di lombok menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa. Salah satu masalah yang muncul pasca gempa adalah aspek kesehatan korban gempa. Korban gempa harus ditangani secara komprehensif baik fisik maupun psikis.

Salah satu pilar Tridharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian kepada Masyarakat. Hal ini tercantum dengan jelas di dalam pasal 20 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara tegas menyatakan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kualitas akademik suatu perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, melainkan juga oleh keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu yakni berbasis pada keunggulan dan kebutuhan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Sesuai dengan kewajiban perguruan tinggi tersebut dan rasa empati terhadap saudara setanah air maka Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mempunyai kemampuan bidang kesehatan merasa berkewajiban untuk berperan serta dalam penanganan korban gempa Lombok 2018.

Pada tanggal 24 Agustus-1 September 2018 telah dilaksanakan kegiatan Aksi Tanggap Bencana FIKES Peduli Lombok. Lokasi kegiatan ini adalah Lombok Barat.

Tim relawan Fikes Mengabdi Peduli Lombok 2018 yang diterjunkan ke lokasi gempa lombok berjumlah 7 orang yang terdiri dari :

  1. Joshie Ramadhan (Apoteker 04 UIN Jakarta)
  2. Ahmad Apriansyah (Apoteker 04 UIN Jakarta)
  3. Rifqi Zakiya Rahmani (mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2014)
  4. Dila Taruli (mahasiswi Farmasi 2015)
  5. Rizkiyah Ayu Wulandari (mahasiswi PSIK 2016)
  6. Mutiara Martin (mahasiswi PSIK 2016)
  7. Levinda Vica Tifanni (mahasiswi PSIK 2017)

Anggota tim dibagi ke 3 wilayah Lombok Barat dan dibagi tugas untuk UPK (Unit Pelayanan Kesehatan) dan UKM (Unit Kesehatan Masyarakat):

  1. Puskesmas Gunung Sari
  2. Puskesmas Meninting
  3. Puskesmas Penimbung

Tujuan dari kegiatan Aksi Tanggap Bencana Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Peduli Lombok 2018 ini selain sebagai bentuk pengaplikasian salah satu pilar Tridharma Perguruan Tinggi juga untuk berperan serta dalam kegiatan kemanusiaan dalam penanganan korban gempa Lombok 2018 melalui kegiatan seperti:

  1. Memberikan donasi untuk korban gempa melalui lembaga pemerintah.
  2. Berperan serta dalam pemberian layanan kesehatan dasar di posko kesehatan dan puskesmas setempat.
  3. Melakukan surveilance dan sanitasi lingkungan untuk membantu memberikan data yang akurat guna pencegahan penyakit menular di pengungsian.
  4. Berperan serta dalam kegiatan trauma healing atau Psycho Social Support untuk korban gempa.

(mv)