Ciputat, BERITA FIKES Online– Dalam rangka mitigasi Covid-19 dan optimalisasi peran dosen dan mahasiswa, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Jakarta membentuk Tim Gugus Covid-19. Demikian disampaikan Dekan FIKES Dr Zilhadia MSi Apt melalui pesan singkatnya kepada FIKES UIN Online pada Selasa (23/6/2020).

Zilhadia menjelaskan, tugas tim ini adalah melakukan edukasi kepada masyarakat agar melakukan hal-hal yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, baik melalui online maupun offline.

“Melalui online dilakukan oleh dosen Penasehat Akademik (PA) dengan menyampaikan materi edukasi ke yang diteruskan kepada masyarakat, minimal 1 mahasiswa 30 orang melalui beragam media, seperti whatsapp, instragam, facebook, twitter, dan lain-lain,” tandasnya.

Adapun melalui offline, sambungnya, dengan mencetak brosur dan flyer berisi edukasi, lalu meletakkannya di tempat-tempat strategis di mana masyarakat yang tidak memiliki akses online bisa membacanya, seperti di dekat tukang sayur, pangkalan ojek, dan lain-lain.

“Dengan program ini, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam pemutusan mata rantai penyebaran covid-19. Untuk program ini telah dihasilkan modul edukasi dan flyer yang akan dicetak,” imbuhnya.

Dijelaskannya, meningkatnya penyebaran wabah Covid-19 menyebabkan banyak masyarakat yang bekerja dari rumah (Work from Home) atau dirumahkan karena adanya kebijakan pemerintah terkait social dan physical distancing.

Kondisi ini, sambungnya, berpeluang bagi masyarakat untuk lebih banyak menggunakan gadget dan membuat atau menyebarkan informasi yang keliru (hoaks) tanpa mencari tahu kebenarannya.

“Salah satu hoaks tersebut, rumor yang menyatakan bahwa banyak makan bawang putih akan mencegah seseorang terhindar dari penularan Covid-19. WHO menepis informasi tersebut,” tegas Zilhadia.

Hoaks lainnya, lanjutnya, menjaga kelembaban tenggorokan dengan banyak minum air dapat mencegah penularan Covid-19. Menurutnya, pada situasi seperti ini, banyak orang yang bukan berprofesi sebagai ahli kesehatan, tapi tiba-tiba bertindak seolah-olah expert di bidang kesehatan.

Dijelaskannya, untuk menangkal hoaks-hoaks yang beredar di masyarakat tersebut, FIKES UIN Jakarta melakukan beragam kegiatan antara lain, (a) sosialisasi Modul Covid-19; (b) penyebaran flyer untuk promosi hidup sehat selama Covid 19; dan (c) pembuatan video terkait penguburan janazah Covid-19 ditinjau dari perspektif agama dan kesehatan.

Sementara, Ketua Panitia Mitigasi Penularan Covid 19 Fikes Yardi
SSi Apt MSi PhD mengungkapkan bahwa di minggu pertama setelah peluncuran modul sosialisasi, masyarakat yang sudah tersosialisasikan sudah mencapai lebih dari 8.000 orang.

“Ini menunjukkan bahwa komunikasi melalui online merupakan media yang sangat efektif untuk membentuk opini dan mengubah cara pandang masyarakat” ujarnya.

Selain itu, sambung Yardi, sebagai bagian dari upaya untuk meminimalisir hoaks dan promosi untuk pencegahan penularan Covid 19, FIKES juga mencetak 1.500 flyer yang memuat informasi terkait cara menggunakan dan melepas masker yang benar, bijak menggunakan hand sanitizer, anjuran agar tetap tinggal di rumah dan lain-lain.

“Flyer tersebut disebar ke berbagai lingkungan masyarakat di wilayah Tangsel,” imbuhnya.

Disampaikannya, FIKES juga bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) membuat video mengenai penanganan janazah Covid-19 secara medis dan syariah. Tujuannya agar tidak ada lagi penolakan masyarakat terhadap penguburan jenazah Covid-19.

Melalui beragam kegiatan yang dilakukan dari April sampai Mei tersebut, Yardi berharap setidaknya ada lebih dari 30.000 orang yang mendapatkan informasi yang benar terkait Covid 19, sehingga mata rantai penularan wabah tersebut dapat dicegah.

Tercatat, sampai berita ini diturunkan data jumlah masyarakat yang tersosialisasi seluruhnya mencapai 126.194 orang dengan 24 orang yang melakukan sosialisasi. (bj)