Banten, BERITA FIKES Online– Fikes UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tangerang Selatan melakukan Bhakti sosial di Kabupaten Lebak.

Pasca peristiwa bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak yang menelan puluhan korban jiwa dan merusak ribuan rumah juga mengganggu kondisi psikologis dan kesehatan warga yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung. Oleh karenanya, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang Selatan beserta Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menurunkan tim untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada korban banjir Lebak.

Team dari PPNI Tangsel dipimpin oleh Karyadi, S.Kp. M.Kep.Ph.D sedangkan Fikes UIN Syarif Hidayatullah dipimpin oleh wakil dekan 3, Dr. Ida Rasyidah dan Wakil Dekan 1, Irma Nurbaeti, S.Kp. M.Kes, Sp.Mat, P.Hd. Sudah 2 minggu ini delegasi yang dibagi dalam 4 team ini berada di lokasi warga yang terdampak banjir bandang. Minggu (19/1/2020)

Ida Rasyidah mengatakan pasca bencana biasanya berbagai keluhan penyakit akan muncul diantaranya karena masalah sanitasi untuk itu dia berharap, warga yang terdampak tetap menjaga kondisi kesehatan agar jangan sampai terjangkit penyakit.

“Pihaknya telah menerjunkan tim relawan kesehatan ke lokasi warga yang terkena dampak banjir bandang sejak dua minggu yang lalu, hal itu dilakukan untuk membantu korban dari segi kesehatan. Karena, pasca bencana biasanya berbagai penyakit akan muncul akibat masalah sanitasi” sambung Ida

Dijelaskannya lagi bahwa ,kedepannya Fikes UIN syarif hidayatullah Jakarta berencana akan bekerja sama dengan  Dinas kesehatan  kabupaten Lebak guna menciptakan kampung sehat

Menurut Ketua PPNI Tangsel Karyadi Ph.D,kehadiran PPNI Tangsel ini dimulai  sejak bencana banjir bandang di Lebak terjadi, hal ini merupakan bentuk komitmen profesi perawat PPNI dalam membantu korban terdampak banjir. “Ini adalah kegiatan kemanusiaan. PPNI sebagai organisasi perawat turut terpanggil untuk memberikan bantuan, baik tenaga maupun materi,” kata Karyadi.

Dalam aksinya di lapangan, pihaknya membentuk beberapa skema kegiatan. Hal itu dilakukan untuk mempermudah kerja-kerja sosial. Selain itu, pihaknya juga turut serta bergotong royong untuk membersihkan rumah warga.

“Saat di lapangan kita bikin 4 tim yakni logistik, assesment, pelayanan dan koordinasi. Bahkan PPNI juga turut membersihkan lumpur di rumah-rumah warga yang terdampak dari awal sampai pasca banjir,” ujarnya. (zr)