Ciputat, BERITA FIKES Online– Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan profesi, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Jakarta menggelar webinar Interprofessional Educationan (IPE) secara virtual pada Jumat, (19/03/21).

Dekan Fikes Dr apt Zilhadia MSi yang berkesempatan membuka webinar bertema “Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan Profesi Kesehatan Melalui IPE” itu dalam sambutannya mengatakan IPE merupakan suatu pendekatan kolaboratif untuk menyiapkan tenaga kesehatan masa depan menjadi anggota tim yang efektif dalam menyelesaikan masalah kondisi kesehatan

“IPE ini sangat diperlukan dalam dunia pendidikan dan menjadi salah satu langkah penting dalam memajukan profesional kesehatan yang didukung oleh Institute of Medicine,” ujar Zilhadia.

Tahun 2021 ini, sambung Zilhadia, Fikes telah mempersiapkan diri untuk membentuk tim IPE didasari dengan menggunakan strategi yang baik, terukur, dan berkelanjutan.

Ditambahkannya, tujuan dari pembentukan tim untuk menyusun konsep, kerangka kerja, model, dan strategi dalam pelaksanaan pendidikan terintegrasi antar jurusan atau IPE di lingkungan Fikes UIN Jakarta.

“Ada empat langkah kerja tim, yaitu persiapan, penguatan, riset penerapan, dan rekomendasi,” imbuhnya.

Zilhadia berharap dalam tugasnya nanti, tim dapat mengimplementasikan kurikulum secara realistis yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi.

Sementara, dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Karyadi MKep PhD yang didapuk sebagai narasumber menjelaskan, munculnya IPE salah satunya untuk keselamatan pasien, yaitu kondisi pasien yang bebas dari risiko cedera (penyakit, cedera fisik/sosial/psikologis, cacat, kematian, dll) akibat dari melakukan atau tidak melakukan tindakan.

“IPE ini dapat direalisasikan dengan adanya sinergi antara profesi kesehatan, yaitu nurse, pharmacist, doctor, social work, nutritionists, dan lainnya yang saling bekerja sama dengan centernya, yaitu pasien, demi kualitas dan keselamatan pasien,” ujar Karyadi.

IPE ini bisa terjadi, lanjut Karyadi, saat profesional kesehatan belajar antar disiplin secara kolaborasi untuk mencapai tujuan yang dibutuhkan dalam kerja tim.

Ditegaskannya, hal yang dibutuhkan adalah belajar bersama untuk meningkatkan kolaborasi, sosialisasi untuk bekerja secara bersama-sama, mengembangkan pemahaman dan respek terhadap profesi lain, dan menampilkan keterampilan kolaborasi.

“Tentunya semua ini dilatarbelakangi dengan adanya keharusan integrasi ilmu (termasuk dengan ilmu keislaman) serta kondisi lapangan dunia kerja tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Webinar yang dipandu dosen Prodi Ilmu Keperawatan Maulina SKp MSc ini diikuti sejumlah dosen dan mahasiswa Fikes. (Fikes Jurnalis Tim)