Ciputat, Berita Fikes online Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) untuk memperkuat Kode Etik Dosen.  Kegiatan ini merupakan seri pertama dari rangkaian kegiatan “Webinar Etik Series FIKes”. Webinar Seri 1 dengan tema Etika Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Pubikasi Ilmiah yang dilaksanakan melalui daring pada hari Senin, (01/08/2022). Seminar dihadiri oleh lebih dari separuh dosen FIKES UIN Jakarta.

Dekan Fikes UIN Jakarta, Zilhadia, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagia dan bangga atas terselenggaranya acara “Webinar Etik Series” Fikes seri satu ini.

“Tentu kesempatan yang baik pada hari ini mengupas tuntas permasalahan tentang etika penelitian khususnya publikasi ilmiah” tutur Zilhadia. “Saya sangat berharap di Fikes ini tidak terjadi permasalahan etik, baik dalam penelitian, pengabdian masyarakat maupun publikasi ilmiah.” Tambahan Ibu Zilhadia sebelum mengakhiri sambutannya.

Endi Aulia Garandian, M. Hum yang mewakili Ketua LPPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan materinya. Endi menyampaikan materi tentang “Etika Penelitian, Pengabdian Masyarkat dan publikasi dalam kerangka UIN Jakarta”. Dalam paparannya, Endi menyampaikan konsep dan aplikasi kode etik penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat berdasarkan kebijakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan memahami dan menerapkannya, maka civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta khususnyna dosen dapat terhindar dari tindakan plagiarisme atau pelanggaran etika lainnya.

Lebih lanjut Endi menjelaskan tentang Kode Etik Pengabdian Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di dalam aturannya, tertuang larangan keras dalam hal: 1) Merendahkan martabat manusia, 2) Merusak kelangsungan hidup hewan, 3) Merusak kelangsungan hidup tetumbuhan, 4) Merusak kelestarian benda-benda, 5) Menodai adat-istiadat, 6) Menodai nilai luhur yang hidup dalam masyarakat, 7) Menodai norma kesusilaan.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan topik kedua Publikasi Produktif dan Beretika disampaikan oleh Dosen Kesehatan masyarakat ibu Narila Mutia Nasir, SKM, MKM, Ph. D. Dalam penuturannya, Narila mengingatkan untuk menjaga etika dalam publikasi. Jika terbukti melanggar etik publikasi, maka selain sanksi pidana atau denda, pelanggaran etik menyebabkan artikel ditarik dari jurnal (retracted), diumumkan dan diberitahukan ke institusi dari penulis.

Narila juga membagi tips agar terhindar dari pelanggaran etika publikasi walaupun dalam kondisi terdesak untuk publikasi jurnal. 1) Tetap jangan lakukan multiple submission, 2) Pilih jurnal yang responnya cepat dan punya jarak waktu publikasi tidak terlalu lama, 3) Memilih jurnal target tempat mempublikasikan manuskrip kita itu seperti milih soulmate 4) Jangan menyebar manuskrip kita ke berbagai jurnal di saat yang bersamaan, selesaikan dulu satu persatu, kalau sudah ada keputusan akhir seperti reject baru submit lagi ke jurnal lain. Seminar dilanjutkan dengan tanya jawab dan foto bersama (MW/IN)