Berita Fikes Online,- Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus melakukan berbagai ikhtiar dan upaya untuk mewujudkan visinya menjadi fakultas yang memiliki rekognosi di tingkat nasional dan internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama Internasional dengan Universitas di luar negeri.

Sebagai upaya mewujudkan visi tersebut, pimpinan FIKES UIN Jakarta yang terdiri dari Dekan (Dr. Zilhadia, M.Si.), Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama (Dr. Ida Rosyidah, M.A.), Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (Yenita Agus, Ph.D) dan  Kepala Bagian Tata Usaha (Dra. Madinatul Musyarofah) melakukan studi banding, penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), dan penjajakan implementasi MoU yang dilaksanakan pada hari Senin-Kamis tanggal  5-8 September 2022. Selain itu, tiga mahasiswa mewakili Program Studi Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan Ilmu Keperawatan juga turut serta.

Kunjungan pimpinan dan mahasiswa FIKES UIN Jakarta selama empat (4) hari di DEU, yang merupakan salah satu universitas terbaik di Turki ini, mendapatkan apreasiasi dan sambutan yang sangat baik dari civitas akademika Fakultas Kedokteran, khususnya Pimpinan Fakultas, Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas ilmu Keperawatan dan civitas akademika DEU lainnya.

Pada hari pertama, pimpinan FIKES UIN Jakarta mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan para professor di Departemen Kesehatan Masyarakat dan melakukan sharing pengalaman dengan Prof. Dr. Bulent Killic, Prof. Dr. Alp Ergör, Prof. Dr. Gül Ergör, dan Prof. Dr. Belgin Ünal serta beberapa Associate Professor dan para peneliti muda di DEU. Selain berkenalan, Tim FIKES juga melakukan sharing pengalaman mengenai Covid 19 yang terjadi di Turki dan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut ketiga mahasiswa FIKES UIN Jakarta yaitu Reyhan Diva Zaafira (Prodi Farmasi), Lintang Al-Fitri Arif (Prodi Kesehatan Masyarakat) dan Tantri Rivakalebbi Ibrahim (Prodi Ilmu Keperawatan) menyampaikan presentasinya seputar Covid 19 di Indonesia secara bergantian di hadapan para Professor, Associate Professor, para peneliti muda dan Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kedokteran DEU.

Pada hari kedua, tepatnya 6 September 2022, tim dari FIKES UIN Jakarta mengunjungi Institusi Ilmu Kesehatan, Fakultas Keperawatan, dan Sekolah Vokasi Pelayanan Kesehatan. Fakultas Keperawatan DEU merupakan Fakultas Keperawatan nomor dua terbaik di Turki yang dilengkapi dengan labarotarium yang canggih.

Pada hari ketiga, pimpinan dan mahasiswa FIKES UIN Jakarta mengunjungi Departemen Mikrobiologi, Biokimia, dan Farmakologi. Tim FIKES juga melakukan kunjungan ke Laboratorium Pusat Rumah Sakit milik DEU, yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Turki. Rumah Sakit DEU memiliki 170 orang staf akademik dengan kualifikasi Internasional yang ditopang oleh peralatan teknologi yang canggih. DEU juga memiliki Pusat Litbang berkelas dunia yang secara intensif melakukan penelitian yang cukup langka di dunia karena tidak semua kampus di Turki memilikinya seperti riset tentang “stem cell,  genetic disorder, dan biology and therapy. Pada sore harinya, Tim FIKES  bertemu dengan Rektor DEU, Prof. Dr. Nukhet Hotar. Pada pertemuan tersebut, Rektor DEU menandatangani MoU yang telah  diskusikan sebelumnya dan juga telah ditanda tangani oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A.

Pada hari keempat, 8 September 2022 kami melakukan dialog terkait rencana kerjasama ke depan dalam riset dan publikasi ilmiah dengan beberapa Professor dan peneliti muda dari Departemen Kesehatan Masyarakat DEU. Pada saat itu, kedua Tim ini mendiskusikan beragam isu-isu kesehatan yang menjadi problem utama yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan Turki antara lain peran dan fungsi puskesmas dalam pelayanan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM)  atau penyakit degenerative yang mematikan, stunting, kesehatan reproduksi, dan lain-lain. Melalui identifikasi awal terkait beragam problem Kesehatan yang terjadi di kedua negara tersebut diharapkan adanya pertemuan-pertemuan lanjutan untuk merumuskan riset kolaboratif dan publikasi ilmiah bersama yang lebih konkrit.

Zilhadia dan Bullent Killic berharap setelah kunjungan tersebut akan segera dilanjutkan dengan implementasi MoU dengan kegiatan-kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi sehingga MoU tersebut akan mendatangkan banyak manfaat untuk kedua belah pihak. (zr)