Berita Fikes Online– Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2022/2023, FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan bagi fasilitator mata kuliah Studi Islam-Interprofesional Education (IPE) pada hari Selasa (30/08). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui aplikasi Zoom Meeting ini dihadiri oleh sekitar 50 orang dosen dan secara offline di RRU lt.2 sebanyak 5 orang dosen yang juga akan bertindak sebagai fasilitator dalam mata kuliah tersebut. Kegiatan yang diinisiasi oleh tim IPE FIKES ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Dekan FIKES UIN Jakarta, Dr. apt. Zilhadia, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas antusiasme dosen-dosen FIKES yang akan berpartisipasi sebagai fasilitator dalam mata kuliah Studi Islam-IPE ini. Mata kuliah ini merupakan bentuk distingsi dari FIKES UIN Jakarta yang mengintegrasikan kajian keislaman dengan edukasi interprofesi tiga bidang ilmu kesehatan yang ada di FIKES, yaitu Farmasi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa semester 1 di FIKES UIN Jakarta.

Sesi materi dan diskusi dipandu oleh Dewi Utami Iriani, PhD, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat. Materi pertama disampaikan oleh Dr. apt. Azrifitria, M.Si, dosen Program Studi Farmasi, yang menyampaikan Modul dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dari mata kuliah Studi Islam-IPE. Mata kuliah ini terdiri dari dua elemen yaitu perkuliahan yang diampu oleh narasumber di bidang Studi Islam dan diskusi kelompok terkait studi kasus yang akan difasilitasi oleh tim dosen FIKES. Azrifitria juga menyampaikan bahwa saat melakukan diskusi kelompok, mahasiswa akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 10 orang dari gabungan ketiga program studi.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Uswatun Khasanah, MNS, dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, yang menyampaikan materi dengan topik “Seven Jump Steps for Tutorial”. Seven jump steps merupakan metode yang banyak digunakan dalam problem-based learning (PBL). Metode ini dinilai cocok diterapkan dalam diskusi kelompok mata kuliah Studi Islam-IPE karena diskusi yang akan dilakukan oleh mahasiswa didasarkan pada studi kasus yang telah disiapkan sebelumnya oleh tim IPE. Selain menjelaskan aspek teoritis, Uswatun juga menyajikan beberapa video simulasi seven jump steps untuk memperjelas pemahaman para calon fasilitator mengenai pengaplikasiannya dalam diskusi kelompok.

Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Ita Yuanita, M.Kep, dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, yang membahas “Concept Map” atau Peta Konsep. Dalam paparannya, Ita menjelaskan mengenai definisi peta konsep, tujuan pembuatan peta konsep, cara membuat peta konsep, serta penerapan peta konsep dalam seven jump steps dan problem-based learning. Peta konsep ini akan digunakan dalam step keempat dalam seven jumps, yaitu tahapan analisis masalah, serta masuk dalam step ketujuh yaitu laporan hasil diskusi. (ysi/zr)