Berita Fikes online- Dalam rangkaian persiapan Akreditasi Program Studi dibawah FIKES UIN Jakarta, dan untuk mendapatkan masukan bagi peningkatan kualitas tata kelola fakultas dalam meraih visi, misi dan tujuannya sesuai rencana strategis yang telah disepakati; FIKES mengadakan Workshop Daring Penyusunan, Monev dan Tindak Lanjut Renop untuk Mencapai Renstra pada Rabu, (21/4/2022).

Acara diikuti oleh pimpinan, para ketua unit dan para dosen di FIKES. Dalam sambutannya; Dekan FIKES, Dr.apt. Zilhadia, MSi menyampaikan harapannya agar semakin baiknya tata kelola FIKES sesuai standar yang diakui lembaga akreditasi nasional dalam hal ini Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes), sehingga prodi-prodi di FIKES bisa meraih predikat unggul dalam proses reakreditasi di tahun 2022 dan 2023.  Selanjutnya Zilhadia menyatakan bahwa predikat ini menjadi penting untuk rekognisi FIKES UIN Jakarta ditingkat nasional dan global.

Dr. dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS, narasumber pakar manajemen strategis, yang juga aktif menerapkan manajemen strategis dalam pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya proses casecading renstra ke dalam rencana operasional tahunan, yang memungkinkan tercapainya visi organisasi karena kinerja semua bagian dalam organisasi, sampai tiap individu dalam organisasi. Harus dihindari adanya bagian dari organisasi yang bekerja tidak sejalan dengan rencana strategis organisasi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan adanya perencanaan kerja tahunan sesuai prinsip casecading, adanya monitoring dengan laporan triwulan dan tengah tahun, serta evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi indikator kinerja utama tiap unit dalam organisasi.

Dalam sesi diskusi, terungkap bagaimana proses casecading renstra FIKES kedalam penetapan renop dan monev target capaian indikator kinerja utama tahunan prodi dan unit penunjang lainnya. PR dalam implementasi renop, yang masih perlu ditingkatkan adalah tindak lanjut hasil monev untuk menjamin visi bisa diraih pada tahun 2024, termasuk tindak lanjut oleh semua dosen atau dosen yang diberi tanggung jawab. (feb/ir)