Turki, Berita Fikes Online– Mahasiswa Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta,  Reyhan Diva Zaafira presentasi dengan sangat baik dan komunikatif  di hadapan dosen dan mahasiswa Faculty of Medicine Dokuz Eylul University (DEU), Turki pada tanggal 5 September 2022 jam 13.00-14.00 waktu setempat. Presentasi tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja dan memulai kolaborasi akademik antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan  dengan DEU. Presentasi yang disampaikan kan oleh Reyhan Diva Zaafira berjudul “Covid-19 in Indonesia: Policies and Updates” yang dilengkapi dengan sesi diskusi dan  tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di auditorium Fakultas Kedokteran Gigi yang ada di lingkungan rumpun ilmu Kesehatan.

Presentasi berjalan dengan lancar, dimulai dengan sapaan ringan berbahasa Turki dan dilanjutkan dengan memaparkan data statistik mengenai jumlah kasus, sembuh, serta kematian akibat COVID-19 di Indonesia hingga 5 September 2022. Pembahasan mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menangani COVID-19 dan dampak COVID-19 di Indonesia juga telah dipaparkan.

Peran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mendukung pemerintah untuk mengontrol penyebaran COVID-19 di Indonesia cukup besar. Kontribusi yang diberikan oleh institusi seperti memberikan kebijakan terbaik di bidang akademis untuk melakukan perkuliahan secara hybrid, serta pengadaan kegiatan seperti cek kesehatan gratis kepada masyarakat dapat membantu menghambat penyebaran COVID-19 dan mendeteksi dini COVID-19. Dipaparkan juga, UIN Jakarta sangat aktif dalam kegiatan vaksinasi untuk seluruh lapisan masyarakat dengan menyelenggarakan 16 kali kegiatan vaksinasi dengan setiap kegiatan mencapai ratusan penduduk.

Selain itu, peran mahasiswa farmasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memberikan kontribusi ada pada tingkat internasional, nasional, maupun lokal. Pada tahap Internasional, mahasiswa didelegasikan untuk mengikuti konferensi sehingga menambah wawasan terhadap keadaan di negara lain. Pada tahap nasional, mahasiswa telah membantu mendistribusikan vitamin D kepada masyarakat secara luas, dan memberikan edukasi mengenai dosis penggunaannya. Sedangkan pada tahap lokal, mahasiswa mengedukasi serta melakukan pengabdian kepada masyarakat di salah satu wilayah miskin di Jakarta.

Profesor Gul Ergor, salah satu dosen di Dokuz Eylul University memberikan respon yang baik terhadap presentasi tersebut dan tertarik pada angka kasus COVID-19 Indonesia yang tergolong rendah, meskipun angka kematiannya yang tinggi. Profesor menyebutkan bahwa kasus COVID-19 di Turki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki wilayah yang jauh lebih besar. Hal ini mendorong adanya diskusi antara kedua belah pihak mengenai sebab akibat adanya perbedaan yang signifikan.

Disebutkan bahwa rendahnya kasus COVID-19 di Indonesia disebabkan karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga masyarakat tidak berkumpul di satu pulau, serta adanya tingkat vaksinasi yang tinggi (>60%) akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang tepat mengenai vaksinasi. Setelah berakhirnya sesi diskusi, presentasi kemudian ditutup dengan apresiasi dari professor maupun mahasiswa Dokuz Eylul University. (zr)