Berita Fikes Online- Penelitian yang melibatkan manusia atau hewan coba sebagai subyek penelitian wajib memenuhi persyaratan etik penelitian. Untuk mendukung dan menjunjung penelitian, FIKES UIN Jakarta menyelenggarakan Seminar Etik Penelitian Kesehatan ADA APA DENGAN ETIK PENELITIAN KESEHATAN? Seminar dilaksanakan pada Hari Selasa, 24 Mei 2022 secara daring melalui platform zoom meeting. Seminar dilaksanakan oleh Tim Komisi Etik Penelitian FIKES UIN Jakarta.

Dalam sambutannya Dekan FIKES UIN Jakarta, Dr. apt Zilhadia, M.Si mengatakan bahwa etik penelitian Kesehatan merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari suatu proses penelitian Kesehatan. Komisi Etik Penelitian FIKES telah dibentuk sejak tahun 2019 dan disorong untuk terus berkembang. Harapannya komisi etik penelitian FIKES dapat sejajar dan diakui secara nasional dan internasional. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menunjang rekognisi Etik Penelitian FIKES seperti pelatihan dan workshop.

Seminar dimoderatori oleh Ibu Meliana Sari, MKM dan menghadirkan dua narasumber. Pemateri pertama adalah ibu Narila Mutia Nasir, MKM., Ph.D memberikan materi tentang urgensi Etik Penelitian Kesehatan. Narila menguraikan alasan dibutuhkan etik dalam penelitian. Penelitian dengan subyek manusia harus memenuhi prinsip etik yaitu respect to person, beneficence dan memenuhi asas keadilan.  Selanjutnya Narila memaparkan bahwa pada tahun 2016 CIOMS Dan WHO telah mengeluarkankan Pedoman Etik Internasional untuk Penelitian Kesehatan yang melibatkan manusia. Pada akhir sesi Narila menyimpulkan semua prinsip dan pedoman bertujuan untuk terlaksananya Praktik Klinik yang baik atau Praktik penelitian klinik yang baik. Acara kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua Ns. Eni Nur’aini Agustini, M.Sc., Ph.D yang memaparkan alur pengajuan uji kelayakan etik penelitian di FIKES UIN Jakarta. Proses pengajuan dilakukan secara online yang dapat diakses melalui laman http://fikes.uinjkt.ac.id/etik/ Bagi para peneliti yang akan mengajukan permohonan diharapkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilakukan tanya jawab.

Animo civitas akademika mengikuti seminar ini cukup baik. Hal tersebut tergambar dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 116 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (IN)