Ciputat, BERITA Fikes Online– Dalam memperingati tahun baru hijriah, Himpunan Program Studi Kesehatan Masyarakat (HMPSKM) menggelar seminar keislaman bertemakan “Antara Pemuda, Cinta, dan Tujuan Hidup” atau yang disebut PRISMA pada Selasa (2/8/2021) melalui zoom meeting.

Acara seminar ini dibuka dengan sambutan-sambutan, diantaranya sambutan oleh dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta Dr apt Zilhadia MSi.

“Kita sekarang adalah bagaimana Indonesia ke depan, dakwah Islam kedepan itu harus kita cerminkan melalui pribadi kita” ungkap Zilhadia dalam sambutannya.

Muzamill Hasballah, seorang hafiz Alquran dari Nanggroe Aceh Darussalam menjadi pemateri yang didapuk untuk mengisi acara ini. Dalam materinya, Muzammil menjelaskan tentang hijrah dan bagaimana kejayaan Islam berkaitan dengan pemuda.

Menurut Muzammil, kejayaan Islam erat hubungannya dengan pemuda karena dari awal perjuangan Islam para Nabi sudah memperjuangkannya sejak usia belia.

“Allah menyifati bahwa fase pemuda merupakan fase kuat, diantara dua fase lainnya yakni fase anak-anak dan fase lansia” ucap Muzammil dalam penyampaian materinya.

Kuat yang dimaksud yakni, kuat akalnya, kuat fisiknya, kuat ilmunya, kuat mentalnya, tambah Muzammil.

Namun, dilihat dari kondisi saat ini menurut Muzammil pemuda Islam masih cenderung lemah, karena kurang dekatnya dengan Al-Qur’an. Pemuda Islam seharusnya menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life,

“Semakin belajar seharusnya semakin bertambah iman kita sehingga ilmu itu kita gunakan untuk mencari ridho Allah, untuk memudahkan ibadah kepada Allah SWT” ujar Muzammil.

Tidak hanya itu, Muzammil juga menyampaikan dalam materinya bahwa dalam meraih cinta, dan tujuan hidup hendaknya selalu disisipkan visi akhirat dan kesuksesan sejati dengan orientasi akhirat. Karena kita semua butuh bekal untuk di akhirat nantinya.

Sebagai penutup materinya kali itu Muzammil Hasballah menyampaikan,

“Amanah kita berat sebagai pemuda, jangan jauh-jauh dengan Al-Qur’an jika sudah terlanjur jauh dari Al-Qur’an mari kembali. Tidak ada kata terlambat selagi masih ada waktu” tutup Muzammil. (Karin Aulia/FJT)