Ciputat, BERITA FIKES Online– Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menggelar pertemuan dengan orang tua Mahasiwa Baru (Maba) Prodi Profesi Apoteker guna sosialisasi proses pembelajaran pada masa Covid-19, Kamis, 30/7/2020 melalui Zoom Meeting.

Dekan FIKES Dr apt Zilhadia MSi dalam sambutannya yang diikuti 58 orang tua maba mengatakan pentingnya pertemuan ini untuk disampaikan informasi yang perlu diketahui para orang tua mahasiswa dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu tahun ke depan.

“Kondisi seperti ini, orang tua lebih banyak berperan dalam pengawasan,” kata Zilhadia.

Pentingnya peran orang tua dalam PJJ, lanjutnya, menjadikan sosialisasi ini perlu untuk dilakukan agar  mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan maksimal meskipun lebih banyak dilakukan secara daring.

Diinformasikannya, Prodi Profesi Apoteker di UIN Jakarta menjadi satu-satunya Prodi di bawah naungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang lulusannya terbilang cukup bagus, sehingga Prodi ini banyak diminati lulusan S1 dari perguruan tinggi lain, terutama lulusan S1 Farmasi dari PT swasta.

Fasilitas-fasilitas yang diberikan, katanya, juga sudah cukup memadai, didukung dengan jalinan beberapa kerjasama dengan mitra Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).

“Namun, untuk tahun ini kami tidak menerima mahasiswa dari luar, melainkan hanya menerima alumni S1 Farmasi FIKES UIN Jakarta,” pungkas Zilhadia.

Sementara, Ketua Prodi Profesi Apoteker apt Yardi PhD dalam sosialisasinya lebih memberikan pemahaman terkait dengan proses pembelajaran dan prospek kerja yang akan didapatkan.

Proses belajar di masa Covid-19 pada semester satu ini dalam format PJJ, kata Yardi, yang dimulai pada Juli dan berakhir pada Oktober 2020, kemudian dilanjutkan oleh PKPA pada November 2020 sampai April 2021.

“Rangkaian akhirnya adalah Ujian Nasional dan Lokal,” ujar Yardi.

Yang perlu diperhatikan, sambungnya, adalah Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI). Pasalnya, ujian ini dikelola Panitia Ujian Nasional, sehingga Prodi tidak bisa intervensi.

“Prodi hanya dapat mempersiapkan mahasiswa untuk dapat melewati ujian yang dilakukan 2 kali dalam setahun tersebut,” imbuhnya.

Dijelaskannya, prospek yang didapatkan ketika lulus menjadi apoteker sangat baik. Saat ini, katanya, Prodi Profesi Apoteker sudah memiliki 500 lebih lulusan sampai pada angkatan ke 5.

“Lahan pekerjaan yang dapat didapatkan pun sangat luas, seperti di industri farmasi, pedagang besar farmasi, industri bahan baku obat, sarana pelayanan kesehatan, pemangku kebijakan bidang kefarmasian, dan lembaga-lembaga lainnya yang dapat dijadikan tujuan akhir menjadi seorang Apoteker,” pungkasnya. (bj/annisa)