Berita Fikes online– Sebagai salah satu bentuk tridharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Prodi Kesmas FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan skrining atau pemeriksaan berbagai faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat pada Sabtu, (30/10/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Cirendeu ini merupakan kerja sama antara Prodi Kesmas FIKES dengan Karang Taruna Kelurahan Cirendeu. Pemeriksaan ini berlangsung secara luring bertempat di Aula Kelurahan Cireundeu, Jl. Garuda No. 1 Cireundeu, dengan tetap memperhatikan protocol Kesehatan.

Sebanyak 216 orang masyarakat Kelurahan Cireundeu hadir dan menerima pemeriksaan Kesehatan dalam kegiatan ini. Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan ini melibatkan 5 orang dosen Prodi Kesmas dan 30 mahasiswa HMPS Kesehatan Masyarakat. Pelaksanaan kegiatan juga dibantu oleh 15 orang anggota Karang Taruna Kelurahan Cireundeu.

Turut hadir dan memantau pelaksanaan acara ini adalah Sekretaris Kelurahan Cireundeu, Candra serta petugas Puskesmas Cireundeu, Enting dan Eryn. Sekretaris Kelurahan Cireundeu, Candra, menyambut baik adanya kolaborasi antara Prodi Kesmas UIN Jakarta dan Karang Taruna Cireundeu ini dan menyampaikan pesan agar pelaksanaan pemeriksaan tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dimulai pada pukul 08.30 hingga pukul 17.00. Peserta yang hadir diatur untuk memasuki pos pendaftaran, kemudian menunggu di ruang tunggu yang telah disiapkan sebelum memasuki pos-pos pemeriksaan dengan memperhatikan jarak minimal antar peserta untuk menjaga prokes. Pos pemeriksaan yang disiapkan dimulai dengan pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat. Setelah semua pos pemeriksaan selesai dilakukan, peserta diarahkan untuk melakukan konsultasi hasil pemeriksaan kepada tim dosen dan beberapa mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kesehatan Masyarakat.

Sejak munculnya pandemic covid-19 di awal munculnya di awal tahun 2020, kegiatan belajar mengajar yang melibatkan kegiatan turun lapangan sangat berkurang. Adanya kegiatan skrining faktor resiko PTM ini, selain merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dari program studi juga diharapkan dapat memberikan tambahan pengalaman lapang bagi mahasiswa yang terlibat. (yy/zr)