Ciputat, Berita Fikes onlineProgram Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta gelar Studium Generale 2022 dengan tema Meningkatkan Ketangguhan Mental sebagai Mukmin yang Rahmatan Lil’Alamin“. Kegiatan ini dilakukan secara offline menempati Auditorium MK Tajudin dengan dihadiri 105 mahasiswa-mahasiswi, 14 dosen serta staf program studi ilmu keperawatan. Studium generale dilaksanakan pada Rabu, (25/06).

Acara dibuka oleh Dr. apt. Zilhadia, M.Si., selaku Dekan Fikes UIN Jakarta. Beliau berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menyebarluaskan nilai-nilai integritas antara keislaman dan kesehatan bagi civitas akademika UIN Jakarta. Beliau juga mengingatkan bahwa Fikes UIN Jakarta memiliki pedoman integrasi ilmu kesehatan dan keislaman yang dapat digunakan tiap program studi yang dapat diakses pada laman Fikes UIN Jakarta.

Pembicara pada studium kali ini mengundang dr. Isa Multazam Noor, Sp.Kj.,  Ns. Yudi Ariesta Chandra, S.Kep., Ph.D., dan pembicara terakhir ialah K.H. Riyadh Rosyadi.

Materi pertama dibawakan oleh dr. Isa Multazam Noor, Sp.Kj., yang membahas mengenai pendekatan generasi milenial. Menurut Isa, kekuatan mental memiliki peranan penting dalam meminimalisasi kecemasan sehingga edukasi pada generasi milenial perlu diberikan. Hal tersebut lantaran adanya fenomena self diagnose yang sering dilakukan oleh generasi milenial tanpa landasan ilmiah. Isa berujar bahwa saat ini diperlukan pendekatan untuk menciptakan ruang keterbukaan dan menumbuhkan ghirah islamiyah atau apresiasi perilaku beradab dan sehat.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Ns. Yudi Ariesta Chandra, S.Kep., Ph.D., perihal “Strengthening Psychological Resilience”. Dalam paparannya, Yudi memperkenalkan mekanisme koping sebagai pencegahan traumatik. Salah satu metode koping yang diperkenalkan oleh Yudi adalah menetapkan tujuan pribadi (personal goal) dan berusaha untuk melihat setiap tantangan sebagai sebuah kesempatan (opportunity).

Terakhir, K. H. Riyadh Rosyadi sebagai pemateri ketiga mengingatkan kembali bahwa pada akhir zaman ini penting untuk memegang imam karena fitnah yang begitu besar. Sebagai mukmin tentu menyandarkan segala ujian hanya kepada Allah Swt. karena setelah ujian akan datang kemudahan. (fjt/zr)