Ciputat, Berita Fikes Online– Keberadaan Fikes Journalist Team (FJT) sebagai penyaji berita Fikes teraktual mengharuskan mereka terampil dalam menulis berita. Untuk mendukung maksimalisasi kinerja dalam penulisan berita kegiatan Fakultas dan mahasiswa, FJT menggelar pelatihan jurnalis pertama secara online melalui zoom meeting pada Sabtu, (25/4/2021).

Berkesempatan membuka acara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Dr Ida Rosyidah MA.

“Pimpinan sangat mengapresiasi terbentuknya organisasi kejurnalisan di Fakultas ini,” ujar Ida dalam pelatihan secara virtual yang dihadiri delapan anggota FJT itu dengan narasumber dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr Idris Thaha MSi dan Dr Iding Rosyidin SAg MSi.

Dengan adanya tim ini, sambungnya, diharapkan setiap kegiatan yang diadakan di Fikes, baik oleh Fakultas, Prodi, maupun mahasiswa dapat terpublis dengan baik dan diketahui orang banyak.

Ditambahkannya, sosialisasi tersebut dapat berupa bentuk pengakuan keberadaan Fikes yang baru lahir yang bukan lagi bagian dari Fakultas Kedokteran, juga rekognisi yang lebih baik di UIN Jakarta maupun di tingkat nasional dan global. Dengan pelatihan ini Ida juga berharap dapat mengembangkan kemampuan anggota FJT dalam menulis.

Idris Thaha sebagai pemateri pertama menyampaikan materi terkait “Lead atau Teras dalam Berita”. Menurutnya, baik atau tidaknya berita dapat dilihat dari lead-nya. Idris juga menambahkan, seorang penulis berita harus dapat menentukan lead yang sesuai dengan tujuan dan dapat menarik pembaca.

Iding Rosyidin sebagai pemateri kedua ikut melengkapi acara pelatihan tersebut dengan menyampaikan materi terkait “Teknik Wawancara dan Peliputan.”

Dalam materi tersebut dibahas mengenai teknik wawancara, tahapan wawancara, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, sampai tahap pelaporan wawancara.

Sebagai penutup, Iding menyampaikan alasan seorang jurnalis terlihat sangat pintar.

“Karena jurnalis mempelajari dan mendalami terlebih dahulu topik yang mau ditanyakan. Jadi sebenarnya itu rahasianya.” pungkasnya. (Nabilah Karima Al Humaida/FJT)