Cegah Penularan TBC, Mahasiswa/i PBL Kelompok 14 Prodi Kesehatan Masyarakat Berdayakan Warga RW 02 Kelurahan Serpong melalui Program SIGER TBC
Tangerang Selatan, Berita FIKES Online – Kelompok 14 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakulas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan program intervensi kesehatan bertajuk SIGER TBC (Serpong Inisiatif Gerakan atasi Tuberkulosis). Mengangkat tema “AWARE: Aksi Warga Atasi, Respon, dan Eliminasi Tuberkulosis”, kegiatan ini berlangsung di Balai Warga RT 07/002, Kelurahan Serpong, pada Senin (02/02/2026).
Program ini dilatarbelakangi oleh status Kota Tangerang Selatan yang masih masuk dalam “zona merah” peta sebaran TBC di Indonesia. Berdasarkan survei Cepat Epidemiologi (SCE) yang dilakukan sebelumnya, ditemukan bahwa 52,9% warga RW 02 memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang TBC, dan 62,75% warga masih memiliki stigma negatif terhadap
penyakit ini.
Ketua Pelaksana SIGER TBC, Meilani Dwiky Nurzahwa menegaskan bahwa edukasi ini krusial untuk mengubah paradigma masyarakat. “Kegiatan dilaksanakan agar membantu masyarakat agar tidak menjauhi pasien TBC serta memberikan gambaran pengetahuan lebih tentang TBC,” ungkapnya. Senada dengan hal tersebut, Ibu Narila Mutia Nasir, SKM, MKM, Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Fakultas PBL 14 Serpong II, menekankan bahwa penderita TBC bisa sembuh total. “Penderita TBC tidak seharusnya dijauhi karena pada dasarnya semua penderita bisa sembuh. Oleh karena itu, mari kita hilangkan stigma terhadap mereka,” ajaknya.
Mengenali Bahaya dan Memutus Rantai Penularan Dalam paparan materinya, dijelaskan bahwa bakteri TBC menular melalui udara lewat percik renik (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Satu kali batuk saja dapat memproduksi hingga 3.000 droplet yang bisa bertahan di udara selama 4 jam. Masyarakat juga diajak memahami prinsip TOSS TBC (Temukan penderita sedini mungkin, Obati dengan obat TBC Sampai Sembuh). Pengobatan TBC sendiri tersedia secara gratis di puskesmas, namun harus dilakukan secara rutin selama minimal 6 bulan tanpa putus. Peran Strategis Kader dan Antusiasme Warga Salah satu poin penting dalam program ini adalah pemberdayaan kader kesehatan Kelurahan Serpong sebagai ujung tombak pemantauan kasus. Kader bertugas mengajak warga yang memiliki gejala untuk memeriksakan diri ke puskesmas serta memberikan dukungan moral bagi penderita. PJ TBC Puskesmas Serpong II mengingatkan, “TBC itu jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya.”
Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari warga. Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas ilmu yang didapat. “Bagus kegiatannya, saya jadi lebih paham masalah TBC ini, jadi bisa lebih perhatikan keluarga lagi. Mantap banget anak-anak mahasiswa, sukses selalu ya neng,” ujarnya penuh antusias.
Selain mendapatkan edukasi, sebanyak 80 peserta yang hadir juga mendapatkan hygiene kit berupa sabun, leaflet edukasi, serta kalender pencegahan TBC. Melalui SIGER TBC, diharapkan warga RW 02 Kelurahan Serpong semakin waspada dan mampu menciptakan lingkungan yang sehat tanpa stigma bagi penderita TBC. (PBL Kelompok 14)
