DENTA Gelar Water Rescue 2026, Tingkatkan Kesiapsiagaan Mahasiswa dalam Penanganan Kegawatdaruratan di Perairan
Jakarta, Berita FIKES Online, – Upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan terus dilakukan oleh Disaster and Emergency Nursing Team (DENTA). Melalui kegiatan bertajuk Denta’s Trail: Water Rescue 2026, DENTA sukses menyelenggarakan pelatihan keselamatan dan penyelamatan di air yang berlangsung pada Sabtu (12/9) di Aula Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Danau Situ Bungur, Pondok Ranji, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri atas 33 anggota DENTA, 17 peserta eksternal, satu pemateri, serta dua anggota tim pendukung. Pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan perairan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar air.
Acara dibuka pada pukul 07.50 WIB oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Fahri Husaeni. Suasana khidmat mewarnai sesi pembukaan sebelum peserta memasuki rangkaian kegiatan utama.

Ketua Pelaksana Water Rescue DENTA 2026, Azmi Hafizh Azzami, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pelatihan.
Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan penyelamatan di air tidak dimiliki oleh semua orang. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan yang kelak berguna saat menghadapi kondisi darurat di masyarakat.
“Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memahami materi yang diberikan, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar,” ujar Azmi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DENTA, Evelyna Munadilla, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan disiplin. Ia berharap materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi para peserta, baik dalam kegiatan organisasi maupun saat memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Memasuki sesi inti, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait keselamatan dan penyelamatan di air. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Mochamad Syaiban dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembahasan komprehensif mengenai konsep water safety, komponen dasar keselamatan di air, protokol keselamatan di berbagai lingkungan perairan, manajemen kondisi darurat, prinsip penyelamatan diri (self-rescue), hingga pengenalan berbagai peralatan yang digunakan dalam operasi penyelamatan.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan terkait prosedur evakuasi korban, standar keselamatan, hingga teknik penyelamatan dalam kondisi tertentu menjadi topik diskusi yang menarik perhatian peserta.
Setelah sesi teori selesai, kegiatan berlanjut ke area bawah Aula DMC untuk praktik pengenalan alat-alat water rescue. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan yang umum digunakan dalam operasi penyelamatan, seperti perahu karet, pelampung, dayung, helm keselamatan, pompa udara, tali lempar (throw bag), flip line, hingga peluit keselamatan.
Tidak hanya memahami fungsi alat, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik melempar tali penyelamat kepada korban. Latihan ini menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kemampuan dasar penyelamatan, khususnya keterampilan throw rescue yang sering digunakan dalam situasi darurat di perairan.

Usai sesi praktik pengenalan alat, peserta kembali ke aula untuk mengikuti post-test sebagai evaluasi pemahaman setelah menerima materi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan penutupan sesi kelas sebelum memasuki praktik lapangan.
Puncak kegiatan berlangsung di Danau Situ Bungur, tempat peserta melakukan simulasi dan praktik langsung penyelamatan di air. Untuk menjaga keamanan dan efektivitas pelatihan, peserta dibagi ke dalam tiga kloter.
Sebelum praktik dimulai, seluruh peserta diwajibkan melakukan pemanasan guna mengurangi risiko cedera dan kram saat berada di dalam air. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan perahu, teknik evakuasi korban, serta keterampilan melempar tali penyelamat dalam kondisi nyata.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis ketika peserta bergantian menjalankan simulasi penyelamatan. Dengan didampingi instruktur berpengalaman, peserta belajar bagaimana merespons keadaan darurat secara cepat, aman, dan efektif. Selain melatih keterampilan teknis, simulasi ini juga mengasah kemampuan kerja sama tim, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam kondisi darurat.
Selama kurang lebih satu jam setiap kloter menjalani praktik lapangan, peserta diberikan kesempatan untuk mengoperasikan perahu penyelamat, melakukan teknik evakuasi korban, serta mempraktikkan prosedur keselamatan sesuai standar yang telah dipelajari pada sesi teori.
Setelah seluruh rangkaian praktik selesai, peserta kembali ke DMC untuk beristirahat, membersihkan diri, dan makan siang bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian stiker apresiasi serta sesi persiapan kepulangan peserta.

Melalui pelatihan Water Rescue 2026, DENTA berharap para peserta tidak hanya memahami teori keselamatan di air, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan dasar penyelamatan secara tepat dan aman ketika menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen DENTA dalam meningkatkan kompetensi anggota dan masyarakat dalam bidang kebencanaan serta kegawatdaruratan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, DENTA kembali menegaskan perannya sebagai organisasi yang aktif mengembangkan kapasitas mahasiswa keperawatan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana dan kecelakaan di lingkungan perairan. (PN/ZR)
