ESA UIN Jakarta Sukses Gelar Webinar PENA 2026, Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja
ESA UIN Jakarta Sukses Gelar Webinar PENA 2026, Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja

Berita FIKES Online,- Epidemiology Student Association (ESA) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Webinar dan Rangkaian Kegiatan PENA 2026 pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting tersebut menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas isu kekerasan seksual dari perspektif kesehatan masyarakat, sosial, dan perilaku.

Acara yang dipimpin oleh Ghina Resti Zakiyah dan dipandu oleh Siti Nur Rachmawati sebagai Master of Ceremony (MC) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Webinar menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan PENA 2026, yang juga mencakup kompetisi infografis dan esai sebagai wadah pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sita Nafeyla Putri Zahra, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta MARS FIKES UIN Jakarta. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pembukaan acara yang bertujuan membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya pencegahan kekerasan seksual di kalangan remaja dan mahasiswa.

 WhatsApp Image 2026-08-18 at 10.42.413

Dalam sambutannya, Ghina Resti Zakiyah selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Sambutan juga disampaikan oleh Khahlil Gibran selaku Ketua ESA, Prof. Hoirun Nisa, M.Kes., Ph.D. selaku Dosen Pembina ESA, serta Dr. Uswatun Khasanah, M.N.S. selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Para pembicara menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan seksual.

Setelah sesi pembukaan yang ditutup dengan foto bersama dan pengisian pre-test, acara memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Dinda Azizah. Webinar menghadirkan dua narasumber yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai faktor penyebab, dampak, hingga strategi pencegahan kekerasan seksual.

Pemateri pertama, Dr. Farid Hamzens, menyampaikan materi bertajuk “Understanding Sexual Violence and Its Prevention Efforts”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perilaku kekerasan seksual tidak dapat dipahami hanya dari satu sudut pandang, melainkan melalui pendekatan biopsikososial yang mencakup faktor biologis, psikologis, serta sosial yang saling berinteraksi.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kontrol diri, peningkatan empati, pendidikan yang tepat, serta pembangunan lingkungan sosial yang mendukung perlindungan korban dan mencegah terjadinya kekerasan. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan budaya yang menghormati hak dan martabat setiap individu.

Sementara itu, Prof. Hoirun Nisa, M.Kes., Ph.D. dalam materi berjudul “Determinan Sosial dan Perilaku terhadap Risiko Kekerasan Seksual pada Remaja” menjelaskan bahwa kekerasan seksual merupakan salah satu tantangan serius dalam kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Ia memaparkan bahwa risiko terjadinya kekerasan seksual pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi keluarga, lingkungan pergaulan, pola komunikasi, hingga pemanfaatan media sosial.

Lebih lanjut, Prof. Nisa menegaskan bahwa pendekatan pencegahan harus bersifat kolaboratif dan berbasis bukti ilmiah. Edukasi yang berkelanjutan, penguatan sistem perlindungan, serta pemanfaatan data dan hasil penelitian menjadi langkah penting dalam merancang program yang efektif guna menekan angka kekerasan seksual di kalangan remaja.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan terkait strategi pencegahan, peran mahasiswa dalam kampanye kesadaran sosial, hingga upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif. Sesi tersebut menjadi ruang dialog yang produktif antara peserta dan narasumber dalam memahami kompleksitas persoalan kekerasan seksual dari beragam perspektif.

WhatsApp Image 2026-08-18 at 10.42.41

Setelah pemaparan materi selesai, panitia melakukan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah diberikan. Peserta kemudian diarahkan untuk mengisi post-test guna mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.

Memasuki penghujung kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang Rangkaian Perlombaan PENA 2026, yang meliputi Lomba Infografis dan Lomba Esai. Kompetisi tersebut berhasil menarik partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kemampuan analisis, serta kepedulian terhadap isu-isu kesehatan dan sosial.

Selain pengumuman pemenang lomba, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta teraktif selama webinar. Seluruh hasil kompetisi dan dokumentasi kegiatan turut dipublikasikan melalui media sosial resmi ESA agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Kegiatan Webinar PENA 2026 ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rahmat Heka Putra. Melalui kegiatan ini, ESA FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan akademik dan karakter mahasiswa, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran sosial, kemampuan berpikir kritis, serta semangat berprestasi dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. (ZR)

 

Tag :