Farmasi UIN Jakarta Gelar International Health Sciences Insight Series 1 Bahas Keterampilan Riset dan Persiapan Penelitian bagi Mahasiswa Farmasi
Farmasi UIN Jakarta Gelar International Health Sciences Insight Series 1 Bahas Keterampilan Riset dan Persiapan Penelitian bagi Mahasiswa Farmasi

Jakarta, Berita FIKES Online,— Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan International Health Sciences Insight Series 1 dengan tema “Building Research Excellence: Essential Laboratory Skills and Research Preparation for Pharmacy Students” pada Jumat, 14 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan Dr. Muhammad Ajmal Shah, Ph.D. (Dr. Shah), Assistant Professor, Department of Pharmacy, Hazara University, Pakistan.

Kegiatan diawali pada pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh pembawa acara, Rosyifa Sayyida. Rangkaian acara meliputi pembacaan Al-Qur’an oleh M. Anang Anggi Dwi Putra, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Pakistan, serta sambutan yang disampaikan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, apt. Puteri Amelia, Ph.D.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan pengantar oleh moderator, Dr. apt. Eka Putri, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, moderator memperkenalkan Dr. Shah sebagai Assistant Professor pada Department of Pharmacy, Hazara University, Pakistan, sekaligus peneliti dengan Scopus H-index 36 dan menjadi World's Top 2% Scientists .

Dalam pemaparannya, Dr. Shah menjelaskan bahwa penelitian merupakan proses pencarian yang dilakukan secara berulang dan sistematis untuk menemukan solusi terhadap suatu permasalahan. Menurutnya, seorang peneliti perlu memahami masalah terlebih dahulu sebelum menentukan solusi yang tepat. Hasil penelitian dapat berupa teknologi baru, desain, informasi baru, maupun produk, sedangkan inovasi merupakan pengembangan dari suatu penemuan agar menjadi lebih ekonomis, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Dr. Shah juga menekankan pentingnya penelitian dalam bidang farmasi. Penelitian farmasi menghubungkan ilmu kefarmasian dengan pelayanan kesehatan melalui kajian mengenai penyakit, obat, serta pengembangan solusi yang lebih baik. Bagi apoteker, kemampuan penelitian sangat penting karena berbagai permasalahan terkait obat, seperti ketersediaan, efektivitas, dan efek samping, memerlukan solusi yang berbasis bukti ilmiah. Apoteker juga dituntut memiliki kemampuan penelitian untuk mengevaluasi interaksi obat, mengidentifikasi efek yang tidak diinginkan, dan mendukung terapi yang lebih individual dan efektif.

Lebih lanjut, Dr. Shah menjelaskan empat alasan utama pentingnya keterampilan penelitian dalam bidang farmasi, yaitu evidence, discovery, development, dan practice. Melalui evidence, apoteker dapat menilai informasi ilmiah berdasarkan bukti. Discovery mendukung penemuan molekul, target, mekanisme, dan senyawa baru. Development berperan dalam mengoptimalkan formulasi atau desain menjadi produk yang lebih baik, sedangkan practice memastikan hasil penelitian dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil terapi pasien.

Dalam mempersiapkan penelitian, Dr. Shah menegaskan bahwa mahasiswa tidak seharusnya memasuki laboratorium hanya dengan membawa topik yang masih luas. Penelitian perlu dimulai melalui tahapan Topic → Search → Gap → Question, yaitu menentukan topik, menelaah literatur yang telah tersedia, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik.

Selain itu, Dr. Shah menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan dasar laboratorium. Menurutnya, instrumen yang canggih tidak dapat menggantikan teknik dasar yang kurang baik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menguasai keterampilan seperti pipetting, pembuatan larutan, preparasi sampel, kerja aseptik, dan keselamatan laboratorium. Pemahaman mengenai molaritas, pengenceran, buffer, pH, prosedur ekstraksi, filtrasi, sentrifugasi, serta penggunaan alat pelindung diri menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.

Pembahasan selanjutnya menekankan pentingnya critical reading dan scientific writing. Mahasiswa didorong untuk membaca artikel ilmiah secara kritis, mulai dari judul, abstrak, hingga alur pengembangan ide dalam pendahuluan. Kemampuan ini dinilai penting untuk mendukung penyusunan judul, abstrak, dan pendahuluan artikel ilmiah yang baik. Dalam mencari referensi, mahasiswa juga dianjurkan memanfaatkan platform ilmiah seperti Springer dan PubMed.

Pada bagian akhir materi, Dr. Shah menegaskan empat unsur penting dalam penelitian, yaitu Question, Technique, Design, dan Integrity. Pertanyaan penelitian yang baik, teknik yang andal, desain penelitian yang tepat, serta integritas dalam pengelolaan data merupakan fondasi utama penelitian yang berkualitas. Menurut Dr. Shah, penelitian yang kuat merupakan kombinasi antara pertanyaan yang tepat, metode yang baik, teknik yang konsisten, dan bukti yang jujur.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai pentingnya kemampuan riset bagi apoteker, pemilihan topik penelitian yang bermakna, penerapan quality control dalam laboratorium akademik, penanganan perbedaan hasil penelitian dengan literatur, hingga strategi membangun keahlian dalam salah satu bidang ilmu farmasi. Dr. Shah menekankan bahwa penelitian membutuhkan ketelitian, presisi, konsistensi, dan integritas sehingga seorang apoteker yang baik juga perlu memiliki kemampuan sebagai peneliti yang andal.

Melalui kegiatan International Health Sciences Insight Series 1, Farmasi UIN Jakarta memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun kompetensi penelitian sejak dini, mulai dari identifikasi masalah, penelusuran research gap, penguasaan teknik laboratorium, kemampuan membaca literatur secara kritis, hingga menjaga integritas dalam penelitian. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kefarmasian. (ADI)