FIKES UIN Jakarta Gandeng BPW Indonesia dan ICT Watch, Bekali Mahasiswa Literasi Digital dan AI melalui Program HerTech: Berdaya AI
Jakarta, Berita FIKES Online- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Business and Professional Women (BPW) Indonesia dan ICT Watch menyelenggarakan Pelatihan HerTech: Berdaya AI, sebuah program penguatan literasi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi mahasiswa FIKES dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (6/6/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi generasi muda dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, etis, inklusif, dan aman.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti menekankan pentingnya penguatan literasi digital sebagai fondasi dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijaksana. Menurutnya, perkembangan AI harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, etika digital, serta kesadaran akan keamanan dalam ruang digital.
Kecerdasan artifisial menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, namun penggunaannya juga memerlukan kemampuan berpikir kritis, pemahaman etika digital, serta kesadaran terhadap keamanan data dan informasi di ruang digital.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Alimunhanif, M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi ini. Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat yang semakin terdigitalisasi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si. menyampaikan bahwa pemanfaatan AI telah menjadi bagian penting dalam berbagai bidang ilmu kesehatan, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pelayanan kesehatan. Sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kecerdasan artifisial kini telah digunakan dalam proses pembelajaran, penelitian, analisis data kesehatan, hingga pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa kesehatan perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat.
“AI telah menjadi bagian dari perkembangan ilmu kesehatan modern. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi ini secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari President Federasi BPW Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianti Wiyogo, yang menegaskan bahwa program HerTech bertujuan mendorong peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya perempuan, agar mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI sebagai sarana pengembangan diri, inovasi, serta peningkatan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan dipandu oleh Birrul Qodriyah, S.Kep., Ns., M.Sc. sebagai master of ceremony. Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang secara partisipatif dan aplikatif.

Pada hari pertama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi penting yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital, antara lain Empat Pilar Literasi Digital, Dasar-Dasar Artificial Intelligence, AI yang Etis, Inklusif, dan Aman, serta Internet Sehat di Era AI.
Seluruh materi disampaikan secara interaktif oleh Ian Keikal sebagai trainer dari ICT Watch. Melalui diskusi, studi kasus, dan praktik sederhana, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus mengenali berbagai tantangan dan risiko yang menyertainya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Ns. Uswatun Khasanah, S.Kep., M.N.S., menyampaikan bahwa penguasaan teknologi AI telah menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari mahasiswa masa kini.
"Kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijak merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. AI bukan sekadar alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat mendukung proses pembelajaran, penelitian, inovasi, hingga pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga etika dalam penggunaannya," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan HerTech: Berdaya AI, FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama BPW Indonesia dan ICT Watch berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki literasi digital yang kuat, mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab.
Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta dunia kesehatan. (UK/ZR)
