FIKES UIN Jakarta Gelar Workshop Teknik Molekuler untuk Pengujian Halal, Peserta Praktik Langsung Deteksi DNA Babi dengan Mini PCR
FIKES UIN Jakarta Gelar Workshop Teknik Molekuler untuk Pengujian Halal, Peserta Praktik Langsung Deteksi DNA Babi dengan Mini PCR

Ciputat, Berita FIKES Online – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan laboratorium melalui penyelenggaraan Workshop & Handling Molecular Technique for Halal Testing: Deteksi DNA Babi dengan Mini PCR & Elektroforesis. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium PHA (Halal Analysis of Drug, Food & Cosmetics Laboratory), Lantai 3 Gedung FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (3/9/2026), mendapat sambutan hangat dan antusias dari para peserta.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik kepada peserta mengenai penerapan teknik biologi molekuler dalam pengujian kehalalan produk, khususnya dalam mendeteksi keberadaan DNA babi pada produk pangan, farmasi, dan kosmetik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan aplikatif. Selain memperoleh materi teoritis, peserta juga berkesempatan mengikuti praktik langsung penggunaan perangkat Mini Polymerase Chain Reaction (Mini PCR) dan teknik elektroforesis, yang merupakan metode penting dalam analisis molekuler modern.

Peserta workshop terdiri atas dosen Program Studi Farmasi, mahasiswa Farmasi semester 5 dan 7, serta mahasiswa yang sedang menjalankan penelitian. Keberagaman latar belakang peserta menjadikan diskusi yang berlangsung semakin dinamis dan kaya perspektif. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan dengan proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian maupun pengembangan metode analisis halal di laboratorium.

 WhatsApp Image 2026-09-03 at 09.38.19

Pada sesi materi, narasumber pertama, Muhamad Abdul Aziz, S.Si. dari PT Plasma Unitech Global, memberikan pemaparan mengenai praktik penggunaan Mini PCR dan elektroforesis untuk deteksi DNA babi. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan kerja mulai dari persiapan sampel, proses amplifikasi DNA menggunakan Mini PCR, hingga interpretasi hasil melalui metode elektroforesis.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan hands-on training yang memungkinkan peserta mempraktikkan secara langsung penggunaan alat dan prosedur pengujian. Melalui praktik ini, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menjalankan tahapan analisis molekuler yang selama ini dipelajari secara teoritis.

WhatsApp Image 2026-09-03 at 11.35.34

Sementara itu, narasumber kedua, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., menyampaikan materi bertajuk “PCR dalam Pengujian Halal: Prinsip, Peran, Interpretasi, dan Aplikasi Deteksi DNA Babi.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik laboratorium yang digunakan untuk memperbanyak segmen DNA tertentu dalam jumlah besar sehingga dapat dianalisis lebih lanjut.

Zilhadia juga mengulas sejarah perkembangan teknologi PCR yang pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan peraih Nobel, Kary Mullis, pada tahun 1983. Teknologi ini kini menjadi salah satu metode paling penting dalam bidang biologi molekuler karena memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendeteksi materi genetik suatu organisme, termasuk DNA babi sebagai indikator dalam pengujian kehalalan produk.

Menurut Zilhadia, teknologi PCR memiliki peranan strategis dalam mendukung sistem jaminan produk halal. Melalui analisis DNA, keberadaan kontaminasi atau campuran bahan yang berasal dari babi dapat dideteksi secara akurat meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, metode ini banyak digunakan oleh laboratorium pengujian halal untuk mendukung proses verifikasi dan pengawasan produk.

Sepanjang kegiatan, suasana workshop berlangsung aktif dengan berbagai sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias menggali informasi terkait teknik molekuler, mulai dari prinsip dasar PCR hingga tantangan penerapannya dalam analisis laboratorium. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta turut menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan inspiratif.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar teknik molekuler, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan akademik dan penelitian. Bagi mahasiswa, workshop menjadi sarana untuk menjembatani teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik laboratorium yang sesungguhnya. Sementara bagi dosen dan mahasiswa peneliti, kegiatan ini membuka peluang pengembangan metode analisis serta penelitian berbasis teknologi molekuler yang semakin relevan dengan kebutuhan industri halal.

Secara keseluruhan, Workshop & Handling Molecular Technique for Halal Testing: Deteksi DNA Babi dengan Mini PCR & Elektroforesis berlangsung dengan sukses dan mendapatkan respons positif dari peserta. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas laboratorium, serta mendorong pengembangan keilmuan farmasi dan analisis halal berbasis teknologi molekuler guna menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan industri halal di masa depan. (ZR)