HEALINK 2026 Berikan Pengalaman Langsung tentang Pemberdayaan Masyarakat kepada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Berita FIKES Online – Kegiatan HEALINK (Healthcare Learning, Insight, and Networking Knowledge) 2026 telah sukses dilaksanakan, di Pelita Desa, Yayasan Pelita Ilmu (YPI), Ciseeng, Bogor. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa mengenai praktik pemberdayaan masyarakat dan keterkaitannya dengan peningkatan kesehatan serta kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Kamis (25/6/2026)
Rombongan peserta berangkat dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada pukul 11.32 WIB menggunakan bus. Perjalanan menuju lokasi berlangsung lebih lama dari yang telah direncanakan akibat padatnya lalu lintas serta hujan yang terjadi di beberapa titik perjalanan. Peserta akhirnya tiba di Pelita Desa pada pukul 13.45 WIB. Setibanya di lokasi, seluruh peserta melaksanakan salat Dzuhur berjamaah sebelum mengikuti rangkaian kegiatan utama.
Acara resmi dibuka pada pukul 14.23 WIB oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pengenalan mengenai Pelita Desa yang disampaikan oleh Adi Setiadi selaku perwakilan Pelita Desa. Dalam pemaparannya, Adi menjelaskan konsep pemberdayaan masyarakat yang menjadi fokus utama program Yayasan Pelita Ilmu.
Menurutnya, model pemberdayaan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga pada penguatan aspek ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan derajat kesehatan.
"Ketika kondisi ekonomi masyarakat meningkat, maka kualitas kesehatan juga akan ikut meningkat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi dan sosial," jelas Adi Setiadi.

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kecil, tidak hanya terletak pada kemampuan produksi, tetapi juga akses terhadap pasar yang masih terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, Yayasan Pelita Ilmu menerapkan berbagai strategi pemberdayaan melalui pendampingan masyarakat, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pasar, termasuk membuka peluang pemasaran hingga ke pasar ekspor.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan nilai jual produk mereka, tetapi juga didorong untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Selain itu, masyarakat dibekali dengan mental kewirausahaan, keberanian melihat peluang, serta kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Raihana Nadra Alkaff, S.K.M., M.M.A., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa agar dapat memahami secara langsung implementasi pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan oleh Yayasan Pelita Ilmu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pelita Desa yang telah menerima kunjungan mahasiswa dan bersedia berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih, pihak Program Studi Kesehatan Masyarakat menyerahkan piagam penghargaan dan bingkisan kepada Pelita Desa. Sesi formal kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan tour Pelita Desa yang berlangsung pada pukul 14.56 hingga 15.10 WIB. Dalam sesi ini, peserta diajak berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas yang digunakan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana Pelita Desa berperan sebagai pusat pelatihan, pendidikan, dan pengembangan kapasitas masyarakat yang mengintegrasikan aspek pendidikan, kewirausahaan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Setelah kegiatan observasi selesai, peserta beristirahat dan menikmati konsumsi hingga pukul 15.50 WIB. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi akhir sebelum seluruh peserta melakukan mobilisasi menuju bus untuk kembali ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selama perjalanan pulang yang berlangsung dari pukul 16.10 hingga 18.45 WIB, panitia menyelenggarakan berbagai kegiatan bonding antar mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan, membangun keakraban, serta memperkuat jejaring antar peserta di luar suasana akademik.
Melalui kegiatan HEALINK 2026, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi calon tenaga kesehatan masyarakat yang lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan. (ZR)
