Kajian Fikih Akbar 2026: HMPSIK UIN Jakarta Perkuat Pemahaman Fikih Keperawatan bagi Mahasiswa
Jakarta, Berita FIKES Online — Dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek keislaman dalam praktik keperawatan, Departemen Keislaman Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (HMPSIK) Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan Kajian Fikih Akbar (KAFIBAR) 2026 pada Sabtu (26/9). Kegiatan yang mengusung tema "Healing with Islamic Knowledge, Morality, and Amanah in Healthcare (HIKMAH)" ini berlangsung di Ruang 310 Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dan diikuti oleh 72 peserta.
KAFIBAR 2026 diselenggarakan sebagai sarana penguatan wawasan keislaman bagi mahasiswa keperawatan, khususnya dalam memahami konsep-konsep dasar fikih yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan ilmu keperawatan dan kesehatan, tetapi juga pemahaman mengenai landasan hukum Islam yang relevan dalam praktik profesi keperawatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi panitia dan briefing guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai perencanaan. Selanjutnya, peserta melakukan registrasi sebagai tahapan awal sebelum kegiatan resmi dimulai.
Acara kemudian dibuka oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menambah suasana khidmat pada pagi hari. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana KAFIBAR 2026 dan Ketua HMPSIK Periode 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi serta motivasi bagi peserta untuk mengikuti kegiatan secara maksimal.
Sebelum memasuki sesi utama, panitia mengajak peserta mengikuti kegiatan ice breaking yang bertujuan mencairkan suasana sekaligus membangun interaksi antarpeserta. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang lebih hangat dan kondusif untuk proses pembelajaran sepanjang acara.
Sebagai pengukuran awal terhadap pemahaman peserta, panitia terlebih dahulu memberikan pre-test. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize serta pembacaan riwayat singkat moderator dan pemateri sebelum memasuki sesi penyampaian materi utama.
Puncak kegiatan diisi dengan kajian bertajuk “Healing with Islamic Knowledge, Morality, and Amanah in Healthcare (HIKMAH)” yang disampaikan oleh Dr. Ita Yuanita, S.Kp., M.Kes. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai konsep dasar fikih keperawatan yang menjadi landasan penting bagi tenaga kesehatan Muslim dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Materi yang disampaikan mencakup pentingnya integrasi antara ilmu kesehatan, nilai-nilai moral Islam, serta amanah dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai persoalan fikih yang kerap dijumpai dalam praktik keperawatan, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan prinsip syariat dan etika profesi.
"Kajian seperti ini penting karena profesi perawat tidak hanya dituntut kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat dalam memberikan pelayanan kepada pasien," ujar Ita dalam pemaparannya.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan hukum fikih dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari. Interaksi aktif antara peserta dan pemateri menjadikan sesi ini sebagai salah satu bagian yang paling menarik dalam keseluruhan rangkaian acara.
Setelah sesi materi berakhir, panitia menyampaikan notulensi sebagai rangkuman materi yang telah dipaparkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan moderator sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan. Momen tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta, panitia, dan narasumber.
Sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, peserta selanjutnya mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti kajian. Rangkaian kegiatan kemudian semakin meriah dengan berbagai permainan edukatif (games), pengisian angket kepuasan peserta, serta pengumuman penerima reward dan doorprize.

Melalui penyelenggaraan Kajian Fikih Akbar (KAFIBAR) 2026, HMPSIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap mahasiswa mampu memahami keterkaitan antara ilmu keperawatan dan hukum Islam secara lebih komprehensif. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam membentuk calon perawat yang tidak hanya kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki landasan moral, etika, serta nilai-nilai keislaman yang kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan mengangkat tema HIKMAH, KAFIBAR 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa keperawatan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan profesi keperawatan yang berorientasi pada ilmu pengetahuan, akhlak, dan amanah. (HMPSIK/ZR)
