Khotmil Qur’an Minggu Ketiga di bulan Ramadan Fikes UIN Jakarta
Berita Fikes Online – Fikes UIN Jakarta gelar khotmil Qur’an pada minggu ketiga di bulan Ramadan yang diadakan secara daring melalui zoom meeting pada Sabtu, (23/4/22). Khotmil qur’an dihadiri langsung oleh pimpinan UIN Jakarta, pimpinan Fikes UIN Jakarta, Bapak/Ibu Dosen beserta hadirin dengan jumlah 44 orang.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Dr Apt Zilhadia M Si selaku Dekan Fikes UIN Jakarta. Dalam sambutannya Zilhadia mengucapkan syukur karena dapat melaksanakan Khotmil Qur’an ini dan berharap Allah selalu mengkaruniai kesehatan, keimanan, kekuatan untuk meraih keutamaan dan kemuliaan dari Ramadan karim.
Dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Bapak Sopyan M M dan tausyiah yang disampaikan langsung oleh Dr Kyai Hj Mochammad Bukhori Muslim M A selaku Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, dengan mengusung tema “Ramadan Sebagai Syahrul Qur’an “.
Dalam tausyiahnya Mochamad Bukhori Muslim mengungkapkan rahasia bagaimana mendapatkan keberkahan dan mendapatkan malam lailatul qadar, yang mana dapat di raih dengan serius dalam mengerjakan ibadah selama 1 bulan full bukan hanya pada malam 17 Ramadan yang mana pada malam ini masyarakat banyak merayakan sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an bahkan ada yang menyebutnya sebagai malam lailatul qadar dan lebih di kuatkan lagi ibadahnya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Beberapa pendekatan dapat dilakukan guna memborong amalan ibadah selama di bulan yang mulia ini, antara lain yakni lancar membaca Al-Qur’an, memahami betul kandungan ayat Al-Qur’an dan mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an.
“Ketika seseorang lisannya sudah Qur’an, akalnya sudah Qur'an dan jiwanya sudah Qur’an. Itu kalau baca Qur’an bukan otaknya yang menyesuaikan waktu tetapi waktu yang menyesuaikan dia. Seolah-olah Allah SWT memperpanjang waktu sehingga tidak berasa lama” sambung Mochammad Bukhori Muslim dalam paparannya. “Jangan sombong dengan pemahaman yang dimiliki terkait oleh Al-Qur’an dan Hadits. Orang-orang yang mendapatkan nikmat yang dimaksud adalah Nabi, Sahabat dan orang alim dimana mereka bisa menerapkan Al-Qur’an dalam keseharian” ujar Mochammad Bukhori Muslim sebagai kata penutupan. Kemudian, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Mochammad Bukhori Muslim. (tim jurnalis)
