Lindungi Keamanan Pangan Mahasiswa, Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta Lakukan Analisis Kandungan Zat Berbahaya dan Cemaran Bakteri Pada Makanan Sekitar Kampus
Berita Fikes Online,-- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik keamanan pangan di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 2 minggu, yaitu dimulai sejak tanggal 16 - 27 Oktober 2023 yang dilakukan oleh 22 dosen yang berasal dari program studi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini diawali dengan pengambilan sampel makanan yang dijual di lingkungan sekitar Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sekitar Masjid Fathullah dan RS UIN, serta lingkungan sekitar kampus satu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian sampel makanan dan minuman untuk melihat adanya kandungan zat kimia berbahaya seperti boraks formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow, serta pengecekan cemaran bakteri E. coli. Selasa (24/10/2023)
Seluruh sampel diambil dan langsung diuji di laboratorium Ilmu Kesehatan. Hasil pengujian boraks, dari 16 sampel makanan yang diuji tidak ada sampel makanan yang terdeteksi mengandung boraks. Hasil pengujian pada zat pengawet formalin, dari 16 sampel makanan yang diuji, 13 sampel menunjukkan hasil positif diantaranya yaitu tahu sumedang, dimsum, mie ayam, siomay, otak-otak, batagor, seblak, mie ayam, dan bakso. Artinya sekitar lebih dari 80% makanan yang diambil dari 5 titik kampus UIN Jakarta positif mengandung formalin.
Pengujian zat pewarna tekstil rhodamin B dan metanil yellow dilakukan terhadap 15 sampel uji berupa minuman kemasan, jus-jusan, bumbu-bumbuan, saus, dan mie. Hasil pengujian menunjukan bahwa 1 sampel makanan terdeteksi mengandung metanil yellow dan 3 sampel makanan mengandung rhodamine B. Artinya sekitar 26,7% makanan disekitar kampus terdeteksi mengandung pewarna tekstil berbahaya yang didominasi oleh minuman es berwarna.
Pengujian cemaran bakteri juga dilakukan akibat banyaknya mahasiswa yang terinfeksi diare di kampus UIN Jakarta. Sampel diambil dari beberapa makanan yang dicurigai tidak higienis pembuatan, penyimpanan, dan penyiapannya. Sebanyak 15 sampel makanan berupa minuman es berwarna, makanan warteg, gado-gado dan batagor diuji cemaran bakteri E. coli didalamnya. Hasilnya seluruh sampel yang diuji positif memiliki kandungan bakteri E.coli diatas batas maksimal cemaran.
Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik terhadap keamanan pangan di lingkungan sekitar kampus UIN Jakarta, dimana dapat menjadi perhatian pemangku kepentingan kampus UIN Jakarta untuk mengedukasi dan mencari solusi untuk membuat pangan yang sehat dan halal untuk mahasiswa di sekitar kampus UIN Jakarta. (ZR)