Mahasiswa Epidemiologi UIN Jakarta Perkuat Kompetensi Surveilans dan Kewaspadaan Dini melalui Kunjungan ke BBKK Tanjung Priok
Jakarta, Berita FIKES Online,- Sebanyak 26 mahasiswa Peminatan Epidemiologi Angkatan 2024, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melaksanakan kunjungan lapangan ke Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Rombongan didampingi dua dosen dan dipimpin oleh Dr. Minsarnawati, SKM, M. Kes., selaku dosen penanggung jawab mata kuliah Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB, dengan agenda utama di Ruang Rapat Onrus, Lantai 4.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB). Melalui pemaparan materi dan pengamatan praktik, mahasiswa menghubungkan konsep surveilans epidemiologi, kekarantinaan kesehatan, dan respons terhadap potensi ancaman kesehatan dengan penerapannya di pintu masuk negara.
Mahasiswa Peminatan Epidemiologi FIKES UIN Jakarta mengikuti kunjungan lapangan ke BBKK Tanjung Priok.
Rangkaian Kegiatan dan Narasumber
Mengacu pada susunan acara BBKK Tanjung Priok, kunjungan dimulai dengan pembukaan, sambutan perwakilan UIN Jakarta, dan pengenalan institusi. Agenda dilanjutkan dengan empat materi inti serta diskusi kasus terpadu dan tanya jawab.
Pengenalan Peran BBKK
Sesi pengenalan BBKK oleh Fifi Nur A., SKM, M.Epid., memberikan gambaran mengenai fungsi institusi dalam mencegah masuk dan keluarnya penyakit serta faktor risiko kesehatan melalui pelabuhan. Tugas tersebut mencakup pengawasan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan berdasarkan penilaian risiko kesehatan.
Materi 1 • Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons
Materi SKDR bersama Teti Herawati, SKM, menekankan pentingnya deteksi dini sinyal ancaman kesehatan dan mekanisme tindak lanjutnya. Mahasiswa mendalami pendekatan surveilans berbasis indikator (indicator-based surveillance/IBS) dan surveilans berbasis kejadian (event-based surveillance/EBS) untuk mendukung verifikasi sinyal, penilaian risiko, pelaporan, dan kesiapan Tim Gerak Cepat (TGC).
Pendalaman Materi Epidemiologi di Pintu Masuk Negara
Materi 2 • Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan
Pada sesi yang dijadwalkan bersama Fredrik Lona D., SKM, fokus pembelajaran diarahkan pada pelaksanaan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pemeriksaan dokumen kesehatan alat angkut, pengawasan kondisi kesehatan awak kapal dan penumpang, inspeksi faktor risiko lingkungan, serta penentuan tindakan tindak lanjut sesuai hasil penilaian risiko.
Materi 3 • Surveilans Epidemiologi di Pintu Masuk Negara
Materi bersama Siti Nurani, SKM, menguraikan pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan informasi kesehatan untuk menemukan risiko serta potensi kejadian penyakit di pelabuhan. Sumber informasi yang dibahas mencakup Maritime Declaration of Health (MDH), laporan kondisi kesehatan awak kapal, pemeriksaan kedatangan, dan pengamatan faktor risiko sanitasi. Data kemudian dipahami menurut orang, tempat, dan waktu sebagai dasar deteksi dini dan pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.
Materi 4 • Investigasi KLB dan Respons Kesehatan
Dalam sesi bersama Rustama, SKM, mahasiswa mempelajari prinsip investigasi epidemiologi ketika terdapat dugaan kejadian penyakit menular di kapal. Pembahasan meliputi penetapan dan klasifikasi kasus, penggalian riwayat gejala dan perjalanan, identifikasi kontak, analisis kemungkinan penularan, hingga koordinasi respons dengan petugas kekarantinaan dan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Keempat materi memperlihatkan keterkaitan antara pengamatan epidemiologis, penilaian risiko, koordinasi lintas pihak, dan pelaksanaan respons. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan diskusi kasus terpadu dan tanya jawab untuk memperdalam penerapan konsep-konsep tersebut di pintu masuk negara.
Pengalaman Praktik: Mengikuti Inspeksi Kapal
Selain menerima pemaparan di ruang pertemuan, kegiatan lapangan memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk mengikuti inspeksi kapal bersama petugas kekarantinaan kesehatan pelabuhan. Nadia Putri Chairani, salah satu mahasiswa peserta, turut mengamati proses pemeriksaan kapal MV San Pedro sebagai bagian dari pengalaman praktik epidemiologi terapan.
Pengamatan lapangan mencakup pemeriksaan kondisi kebersihan dan sanitasi pada beberapa area kapal, antara lain dapur (pantry), tempat penyimpanan bahan pangan kering (dry store), ruang penyimpanan berpendingin (cold storage), serta klinik kapal (hospital room). Mahasiswa melihat bagaimana petugas memperhatikan kondisi fasilitas, kebersihan area penyimpanan makanan, kelayakan bahan pangan, dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan. Pemeriksaan suhu tubuh secara acak juga menjadi bagian dari pengamatan kondisi kesehatan di kapal, sebagaimana dicatat dalam dokumentasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai koordinasi kedatangan kapal dengan otoritas terkait, pemeriksaan kesehatan kapal, serta pengambilan keputusan berdasarkan kondisi kesehatan awak kapal dan faktor risiko yang teridentifikasi. Praktik ini memperlihatkan bahwa kekarantinaan kesehatan membutuhkan ketelitian observasi, komunikasi lintas pihak, dan tindak lanjut yang proporsional terhadap risiko.

Menghubungkan Teori dengan Praktik Lapangan
Kunjungan ke BBKK Tanjung Priok memberikan pengalaman belajar kontekstual mengenai penerapan surveilans, kewaspadaan dini KLB, investigasi epidemiologi, dan kekarantinaan kesehatan. Mahasiswa juga mengenali tantangan operasional, antara lain kondisi cuaca, kebutuhan koordinasi antarpihak, dan komunikasi lintas bahasa di lingkungan pelabuhan.
Pembelajaran ini diharapkan memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang mampu mengidentifikasi ancaman kesehatan, menilai risiko, serta mendukung upaya pencegahan dan respons kesehatan di pintu masuk negara. (MW)
