Mahasiswa Farmasi UIN Jakarta Perluas Wawasan Global Melalui Program Student Mobility di Jepang
Mahasiswa Farmasi UIN Jakarta Perluas Wawasan Global Melalui Program Student Mobility di Jepang

Tokyo, Jepang, Berita FIKES Online – Mahasiswa Program Studi Farmasi Semester 7 Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti rangkaian kegiatan Student Mobility dalam 2026 NPU Summer International Program yang diselenggarakan oleh Nihon Pharmaceutical University (NPU), Tokyo Campus, Jepang, pada 18 hingga 28 Agustus 2026. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan akademik di bidang kefarmasian sekaligus memahami budaya Jepang secara langsung melalui berbagai kegiatan pembelajaran lintas budaya dan internasional.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan pihak Nihon Pharmaceutical University serta peserta dari berbagai negara yang turut berpartisipasi dalam program tersebut. Dalam kesempatan ini, mahasiswa memperkenalkan UIN Jakarta, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan dan Program Studi Farmasi, sekaligus berbagi latar belakang akademik masing-masing. Sesi ini menjadi langkah awal dalam membangun jejaring internasional dan mempererat hubungan akademik antar mahasiswa dari berbagai negara.

1200 x 628 - 2026-09-10T110742.625

1200 x 628 - 2026-09-10T110619.326 

Pada hari pertama, Selasa (18/8), peserta mengikuti kelas bertema Japanese Traditional Culture: Origami and Kimono yang memperkenalkan berbagai aspek budaya tradisional Jepang. Mahasiswa mempelajari seni melipat kertas (origami), peran kertas dalam kehidupan masyarakat Jepang, hingga filosofi di balik penggunaan kimono sebagai pakaian tradisional. Setelah itu, peserta mengikuti kuliah Disease Prevention and Treatment Based on Food-Derived Compounds yang membahas hasil penelitian terkait pemanfaatan senyawa berbasis pangan dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan antara budaya, pangan, dan kesehatan.

Pengalaman budaya berlanjut pada Rabu (19/8) melalui kunjungan ke Ocha (Tea) Culture Creation Museum. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari sejarah masuknya teh ke Jepang, perkembangan budaya minum teh, berbagai jenis teh Jepang, hingga proses pengolahan dan komersialisasinya. Melalui fasilitas Tea Theater, mahasiswa diajak menelusuri perjalanan sejarah teh Jepang dari masa ke masa, termasuk menyaksikan replika perkebunan teh, alat pengolahan tradisional, dan suasana kedai teh era Edo. Kunjungan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai historis dan budaya teh dalam kehidupan masyarakat Jepang.

Memasuki hari berikutnya, Kamis (20/8), peserta mengikuti Small Group Discussion bertajuk A Society with a Declining Birthrate and Aging Population. Diskusi ini membahas tantangan sosial yang dihadapi Jepang akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi lansia. Setelah itu, mahasiswa mempelajari Kampo Medicine in Modern Clinical Practice, yaitu pengobatan tradisional Jepang yang berkembang dari pengobatan Tiongkok kuno. Materi mencakup sejarah Kampo, implementasinya dalam sistem kesehatan modern, berbagai bentuk sediaan obat, serta metode diagnosis yang digunakan dalam praktik Kampo.

Pada Jumat (21/8), peserta memperoleh wawasan mengenai industri farmasi Jepang melalui materi About Japanese Pharmaceuticals. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Japanese Lifestyle and Culture yang membahas kehidupan sehari-hari, kebiasaan, dan budaya masyarakat Jepang. Dalam sesi ini, peserta dari Indonesia dan Taiwan juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan budaya negara masing-masing. Mahasiswa UIN Jakarta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia kepada peserta internasional.

Rangkaian kegiatan minggu kedua dimulai pada Senin (24/8) dengan kuliah Integrative Medicine and Pharmacy in Japan. Materi ini membahas integrasi antara pengobatan modern dan tradisional di Jepang, termasuk penggunaan herbal, suplemen kesehatan, terapi diet, aromaterapi, yoga, terapi seni, dan berbagai pendekatan kesehatan komplementer lainnya. Setelah sesi akademik, peserta mengikuti Calligraphy Workshop: Hiragana and Katakana yang memberikan pengalaman langsung dalam mempelajari seni kaligrafi Jepang.

Pada Selasa (25/8), mahasiswa berkesempatan mengunjungi Nihon Pharmaceutical University Saitama Campus. Selain mengenal fasilitas pendidikan seperti laboratorium, ruang kelas, dan perpustakaan, peserta juga mengunjungi museum herbal yang menyimpan berbagai koleksi tanaman obat, alat pengolahan herbal, serta literatur farmasi klasik seperti Japanese Pharmacopoeia dan Materia Medica. Kegiatan semakin menarik ketika mahasiswa diajak mengenali aroma berbagai tanaman herbal, mempelajari kandungan senyawanya, serta membuat produk aromaterapi sesuai preferensi masing-masing.

Selanjutnya, pada Rabu (26/8), peserta mengikuti perkuliahan mengenai Prospective or Retrospective Study, yang membahas metode penelitian prospektif dan retrospektif dalam bidang kesehatan. Materi dilanjutkan dengan Japanese Dietary Therapy, yang memperkenalkan pendekatan terapi diet sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

Pengalaman akademik kemudian diperkaya melalui kunjungan ke Museum of Health and Medicine serta University of Tokyo pada Kamis (27/8). Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai sejarah perkembangan ilmu kesehatan dan kedokteran di Jepang, sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan akademik di salah satu universitas terbaik dunia.

Rangkaian program ditutup pada Jumat (28/8) dengan materi Policies and Strategies for Traditional Medicine in Asian Countries and Japan. Peserta mempelajari berbagai kebijakan dan strategi pengembangan pengobatan tradisional di negara-negara Asia, termasuk Jepang, Tiongkok, India, dan Indonesia. Dalam sesi ini, mahasiswa juga diperkenalkan kembali pada kekayaan pengobatan tradisional Indonesia seperti jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

1200 x 628 - 2026-09-10T111057.087

 

1200 x 628 - 2026-09-10T110705.219

Program kemudian diakhiri dengan Closing Ceremony yang menjadi penutup resmi 2026 NPU Summer International Program. Seluruh peserta menerima sertifikat, berbagi pengalaman, serta mengabadikan momen kebersamaan bersama peserta dan dosen dari berbagai negara.

Partisipasi mahasiswa Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam program ini tidak hanya memperluas wawasan akademik di bidang kefarmasian, kesehatan, penelitian, dan pengobatan tradisional, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya serta memperkuat kompetensi global mahasiswa. Program ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis dan berorientasi internasional. (ZR)