Melawan TBC di Parigi Baru: Inovasi Mahasiswa UIN Jakarta Melalui Program SEMAR TBC
Berita FIKES Online - Angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Parigi Baru, Tangerang Selatan, menjadi perhatian serius bagi sekelompok mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan data lapangan, jumlah kasus TBC pada tahun 2024 sebanyak 23 kasus, kemudian menurun menjadi 11 kasus di tahun 2025. Meskipun angka tersebut termasuk sedikit, tetapi langkah intervensi tetap menjadi keharusan, terutama di wilayah RW 05 yang memiliki jumlah kasus tertinggi.
Menariknya, berdasarkan Survei Cepat Epidemiologi (SEC) dan wawancara mendalam dengan warga, ditemukan akar masalah yang unik, yaitu masyarakat kurang memahami keberadaan kader TBC di lingkungan mereka.
“Memang wajar masyarakat tidak mengenali kader TBC, karena jumlahnya hanya satu di Kelurahan Parigi. Selain itu, kader selama ini berfokus pada pendampingan minum obat bagi pasien yang sudah terdiagnosis saja,” ungkap Penanggung Jawab Program Tuberkulosis Puskesmas Parigi dalam sebuah diskusi (27/01/2025).
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat diketahui bahwa kasus TBC di wilayah Parigi Baru masih menjadi masalah dengan jumlah kasus pada tahun 2023 sebanyak 21 kasus, kemudian meningkat menjadi 23 kasus di tahun 2024. Meskipun terjadi penurunan kasus yang signifikan pada tahun 2025, yaitu sebanyak 11 kasus, tetapi angka tersebut membutuhkan langkah intervensi yang tepat. Jumlah kasus tertinggi berada di wilayah RW 05, hal tersebut dikarenakan RW 05 merupakan wilayah terluas di Kelurahan Parigi Baru dengan jumlah penduduk terbanyak.

Sebagai respons dari tantangan tersebut, lahirlah inovasi bertajuk “SEMAR TBC” (Sehat Masyarakat Responsif Tuberkulosis). Program ini tidak hanya sekadar memberikan edukasi kesehatan biasa, tetapi dikemas secara kreatif melalui "layar tancap" digital. Mahasiswa mengajak warga nonton bareng video profil perkenalan kader TBC agar sosok yang selama ini "tersembunyi" menjadi lebih dikenal oleh masyarakat.
Tidak berhenti di sana, edukasi visual ini juga ditayangkan di akun Instagram resmi serta layar informasi Puskesmas Parigi. Tujuannya jelas: agar informasi mengenai keberadaan kader tersebar luas ke seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan dari program tersebut mendapatkan hasil yang diharapkan, hal tersebut dilihat dari kehadiran masyarakat lebih dari target, serta berdasarkan hasil pre dan post test yang dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan tentang penyakit TBC dan keberadaan kader TBC di lingkungannya. Warga kini tidak hanya lebih paham tentang penyakit TBC, tetapi juga tahu kepada siapa mereka harus melapor ketika mengalami gejala.
Melalui program SEMAR TBC, mahasiswa UIN Jakarta berharap sinergi antara warga dan kader semakin erat. Dengan hilangnya rasa sungkan untuk berkonsultasi, rantai penularan TBC di Parigi Baru diharapkan dapat terputus sepenuhnya. (PBL Kelompok 12)
