Menggapai Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan dalam Kajian “Ramadhan Harmonis” Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta
Berita FIKES Online,- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menyelenggarakan kajian Ramadhan bertajuk “Ramadhan Harmonis” pada Jum’at (6/3/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan penutup dari rangkaian acara Ramadhan Harmonis tahun ini, yang nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan Halal Bihalal.
Kajian yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini menghadirkan Dr. Syairozi Dimyathi Dimyathi Ilyas, M.A sebagai narasumber dengan tema “Menggapai Puncak Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan.” Dalam pemaparannya, Dr. Syairozi menjelaskan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam-malam tersebut terdapat berbagai keutamaan, salah satunya adalah malam diturunkannya Al-Qur’an serta hadirnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Beliau menjelaskan bahwa secara makna, Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai malam yang “sempit”, karena pada malam tersebut banyak malaikat yang turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan. Keberadaan malam Lailatul Qadar juga menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW, mengingat umat-umat terdahulu memiliki usia yang lebih panjang sehingga memiliki waktu ibadah yang lebih lama. “Malam diturunkannya Al-Qur’an merupakan malam yang penuh keberkahan, sehingga kita dianjurkan untuk mencari dan meraih keberkahan tersebut” ujar Dr. Syairozi dalam kajiannya.
Ia juga menekankan bahwa keberkahan tidak hanya berkaitan dengan rezeki, tetapi juga dapat berupa panjang umur yang diiringi dengan kebaikan dalam kehidupan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syairozi juga membagikan tips sederhana dalam meraih Lailatul Qadar, salah satunya dengan tidak meninggalkan shalat Tarawih selama Ramadhan, serta memperbanyak ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amalan kebaikan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, apt. Adha Dastu Illahi, M.Farm, menanyakan tips agar seseorang dapat melakukan i’tikaf dalam waktu yang lama. Menanggapi hal tersebut, Dr. Syairozi menyampaikan bahwa langkah pertama adalah meluruskan niat, kemudian mengisi waktu i’tikaf dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, serta dapat pula diselingi dengan membaca ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Pertanyaan lain disampaikan oleh Ns. Rahma Syukrini, M.Kep mengenai bagaimana seorang ibu yang memiliki bayi dapat melaksanakan i’tikaf sebagaimana para istri Rasulullah SAW. Menjawab hal tersebut, Dr. Syairozi menjelaskan bahwa i’tikaf dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, bahkan sesaat, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat yang menggambarkan i’tikaf dilakukan selama waktu yang dibutuhkan untuk memerah susu unta.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi civitas akademika FIKES UIN Jakarta untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sehingga dapat meraih keberkahan serta kemuliaan malam Lailatul Qadar. (ADI)
