Menjawab Tantangan Era Digital:  Magister Ilmu Farmasi UIN Jakarta Gelar Studium General Tentang Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kesehatan
Menjawab Tantangan Era Digital:  Magister Ilmu Farmasi UIN Jakarta Gelar Studium General Tentang Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kesehatan

Berita FIKES Online,- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Program Studi magister ilmu Farmasi menyelenggarakan kegiatan Studium General pada Sabtu, 14  Maret 2026 dengan tema “Digital Transformation in Healthcare: Preparing Health Professionals for a Technology-Driven Era.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Apt. Lusy Noviani, M.M yang memberikan pemaparan mengenai perkembangan teknologi digital serta dampaknya terhadap praktik pelayanan kesehatan modern.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa, dosen dan juga civitas akademik Magister Ilmu Farmasi ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa terkait integrasi teknologi dalam sistem kesehatan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa Farmasi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Apt. Zilhadia. M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi perubahan sistem pelayanan kesehatan yang semakin terdigitalisasi.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dipandu oleh moderator apt. Adha Dastu Illahi, M. Farm, salah satu dosen Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Apt. Lusy Noviani, M.M. menjelaskan bahwa transformasi digital dalam kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi semata, tetapi juga menyangkut kesiapan tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Berbagai inovasi digital seperti Electronic Health Record (EHR), Clinical Decision Support System (CDSS), hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) telah mulai digunakan untuk membantu analisis data medis, evaluasi terapi obat, serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan klinis.

WhatsApp Image 2026-03-16 at 12.12.46 WhatsApp Image 2026-03-16 at 12.13.14

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Salah satu hal yang di diskusikan yaitu mengenai bagaimana sistem kecerdasan buatan dapat dikembangkan secara khusus untuk bidang kesehatan serta bagaimana memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh sistem tersebut memiliki referensi yang tervalidasi.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pengembangan AI di bidang kesehatan umumnya didasarkan pada integrasi berbagai sumber data medis yang kredibel, seperti literatur ilmiah, basis data klinis, serta pedoman terapi berbasis bukti. Sistem tersebut biasanya dirancang dengan proses validasi ilmiah dan pengawasan oleh tenaga kesehatan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan tetap harus melalui evaluasi profesional oleh dokter maupun apoteker sebelum diterapkan dalam praktik klinis.

Melalui kegiatan studium general ini, diharapkan mahasiswa Magister Ilmu Farmasi dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran teknologi digital dalam sistem kesehatan modern, sekaligus mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin terintegrasi dalam praktik kefarmasian di masa depan. (MM)