Perkuat Kemitraan Dan Pencegahan Tuberkulosis, Prodi Kesehatan Masyarakat Bersama Puskesmas Pisangan Selenggarakan Skrining Pada Civitas Akademika
Berita FIKES Online,-- Program Studi Kesehatan Masyarakat baru-bari ini menyelenggarakan kegiatan skrining tuberkulosis (TB) pada civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Lobby Laboratorium FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebanyak 150 mahasiswa/i Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti pemeriksaan skrining dalam kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan bentuk integrasi Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat sekaligus kegiatan praktik mahasiswa peserta Mata Kuliah Praktikum Skrining dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit di Prodi Kesehatan Masyarakat. Selain melibatkan mahasiswa, pelaksanaan skrining ini merupakan hasil kolaborasi dengan Puskesmas Pisangan dan Yayasan Lembaga Pendidikan Refraksionis Optisien Indonesia (LEPRINDO).
Skrining Tuberkulosis diselenggarakan sebagai langkah awal untuk mendeteksi dini kasus TBC. Dengan mengusung tema TRACK TBC (Telusuri Risiko, Analisis Ciri, dan Kendalikan TBC), kegiatan ini berfokus pada upaya deteksi dini tuberkulosis melalui identifikasi faktor risiko, pengenalan tanda dan gejala TBC, serta penguatan langkah pencegahan dan pengendalian penularan TBC. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan skrining TBC, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran lingkar perut, berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, serta pemeriksaan mata. Adapun skrining TBC dilakukan melalui wawancara terkait gejala yang dialami peserta dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak bagi peserta yang memenuhi kriteria pemeriksaan.

Kegiatan skrining berlangsung pada pukul 08.15 - 14.30 WIB. Peserta melakukan registrasi melalui link pendaftaran dalam bentuk google formulir. Setelah melalui meja registrasi, peserta diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lingkar perut, kemudian diverifikasi data berat badan dan tinggi badan yang sudah dikumpulkan panitia satu minggu sebelum kegiatan skrining berlangsung. Tahap berikutnya adalah pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan oleh panitia skrining mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan awal peserta serta mendukung upaya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan kadar gula darah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pisangan. Pengukuran kadar gula darah ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini kemungkinan adanya gangguan metabolik, seperti risiko diabetes melitus, pada peserta skrining. Setelah pemeriksaan selesai, baik panitia skrining maupun petugas puskesmas mencatat hasil pemeriksaan pada lembar data peserta yang telah diberikan saat proses registrasi.
Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan mata yang dilakukan oleh mahasiswa/i dari Akademisi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta di Lantai 3. Pemeriksaan mata dilakukan dengan membaca huruf yang bertujuan untuk menilai ketajaman penglihatan, mendeteksi secara dini adanya gangguan penglihatan, serta sebagai bagian dari skrining kesehatan peserta. Tahapan berikutnya adalah wawancara terkait gejala tuberkulosis. Pada tahap ini, peserta diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan gejala TBC. Wawancara ini bertujuan untuk menentukan apakah peserta memenuhi kriteria untuk dilakukan pemeriksaan dahak atau tidak.
Tahap selanjutnya adalah input data. Setelah wawancara terkait gejala TBC, peserta diarahkan menuju meja input data. Pada tahap ini, petugas Puskesmas Pisangan melakukan penginputan data peserta ke dalam web Satu Sehat Mobile (SSM). Selain itu, petugas puskesmas juga menentukan apakah peserta perlu menjalani pemeriksaan dahak atau tidak berdasarkan hasil wawancara. Bagi peserta yang memenuhi kriteria pemeriksaan dahak, pengambilan sampel dahak dilakukan di ruang terbuka melalui pintu belakang laboratorium.
Sebagai tahap penutup, peserta diarahkan menuju meja terakhir yang merupakan meja konsultasi hasil pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Pada tahap ini, peserta menerima penjelasan menyeluruh mengenai hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan. Tim konsultan yang terdiri dari dosen Prodi Kesehatan Masyarakat yaitu Minsarnawati S.KM., M.Kes dan Yustiyani, M.Si, dan perwakilan mahasiswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai Tuberkulosis, mulai dari penjelasan singkat tentang penyakit, hasil pemeriksaan dahak yang akan keluar dalam beberapa hari ke depan melalui WhatsApp, anjuran untuk memakai masker guna mencegah penularan Tuberkulosis, serta edukasi mengenai hasil pemeriksaan cek kesehatan gratis. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana edukatif bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap tuberkulosis, mendorong deteksi dini kasus TBC, serta berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penularan TBC di lingkungan kampus. (YY)
