Prodi Kesehatan Masyarakat Selenggarakan Posbindu Penyakit Tidak Menular untuk Masyarakat di Wilayah Kelurahan Pisangan
Prodi Kesehatan Masyarakat Selenggarakan Posbindu Penyakit Tidak Menular untuk Masyarakat di Wilayah Kelurahan Pisangan

Berita FIKES Online,- Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Posbindu Penyakit Tidak Menular untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Pisangan, Kota Tangerang Selatan. Posbindu Masyarakat ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada Sabtu, (8/11/2025) yang bertempat di Posbindu Soka dan Posbindu Embun di Kelurahan Pisangan, dan Minggu (21/12/2025) yang bertempat di SMK Nusantara 1 Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan integrasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat sekaligus praktik lapang untuk mahasiswa semester 5 yang mengambil Mata Kuliah Praktikum Skrining dan Deteksi Dini Penyakit.

Posbindu masyarakat merupakan agenda tahunan yang ditujukan bagi seluruh masyarakat di sekitar Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan pribadi sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat. Dengan mengusung tema CARE (Check and Reduce The Early Risk Of Non Communicable Diseases), kegiatan ini berfokus pada pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dan peningkatan kesehatan mental sejak dini. Kegiatan Posbindu Masyarakat yang dilaksanakan pada 8 November 2025 dihadiri oleh total 44 peserta, yang mayoritas merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Sementara itu, kegiatan Posbindu Masyarakat yang dilaksanakan pada 21 Desember 2025 dihadiri oleh total 70 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMK Nusantara 1.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, yang mencakup wawancara faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), penilaian kondisi kesehatan mental, pengukuran antropometri seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium sederhana meliputi kadar hemoglobin, kolesterol total, gula darah, dan asam urat, yang kemudian dilanjutkan dengan konsultasi hasil pemeriksaan.

WhatsApp Image 2025-12-25 at 10.29.43

Kegiatan posbindu masyarakat dimulai sejak pukul 06.00 pagi yang dimulai dengan persiapan panitia dalam menyiapkan barang dan keperluan untuk memastikan kegiatan Posbindu akan berjalan dengan lancar. Peserta mulai berdatangan pada kegiatan Posbindu pukul 08.00 WIB, acara berlangsung secara tertib dan sistematis, peserta akan diarahkan untuk mengisi google formulir pendaftaran jika sebelumnya belum mengisi link pendaftaran yang sebelumnya sudah dipublikasi melalui media massa. Setelah melalui meja registrasi selanjutnya peserta akan diarahkan untuk ke meja 1 selanjutnya guna melakukan wawancara faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dan wawancara faktor risiko kesehatan mental.

Pelaksanaan wawancara tersebut dilakukan dengan metode yang berbeda di masing-masing lokasi. Pada kegiatan Posbindu di Posbindu Soka dan Posbindu Embun, wawancara dilakukan menggunakan formulir wawancara yang dicetak, lalu diisi dengan pendampingan serta pemantauan langsung oleh panitia. Sementara itu, pada kegiatan Posbindu di SMK Nusantara 1, proses wawancara dilaksanakan secara mandiri melalui scan barcode Google Form dengan tetap didampingi dan dipantau oleh panitia.

WhatsApp Image 2025-12-21 at 17.09.40 (5) WhatsApp Image 2025-12-21 at 17.09.40 (4)

Tahap berikutnya adalah meja 3, yaitu bagian pengukuran kondisi fisik peserta. Pada tahap ini dilakukan pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), serta lingkar pinggang (LIPI) untuk memperoleh gambaran umum mengenai status antropometri peserta. Setelah seluruh data pengukuran diperoleh, panitia segera melakukan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan menggunakan hasil pengukuran berat dan tinggi badan.

Pada tahap selanjutnya, peserta diarahkan menuju meja pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan fisik. Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk menilai kondisi kerja jantung dan sirkulasi darah, dengan mencatat nilai tekanan sistolik dan diastolik.

Tahapan berikutnya adalah meja 4, yaitu bagian pemeriksaan laboratorium sederhana. Pada tahap ini, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi pengukuran kadar glukosa darah, hemoglobin (Hb), kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai status kesehatan tubuh secara lebih mendalam, khususnya dalam mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, anemia, hiperkolesterolemia, dan gangguan asam urat.

Sebagai tahap penutup, peserta diarahkan menuju meja 5 yang merupakan meja konsultasi hasil pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Pada tahap ini, peserta menerima penjelasan menyeluruh mengenai hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan peserta seperti hasil wawancara faktor risiko penyakit tidak menular dan kesehatan mental, lalu pemeriksaan fisik maupun lab.

Tim konsultan yang terdiri dari mahasiswa peminatan epidemiologi dan juga tim dosen kesehatan masyarakat membantu peserta dalam menafsirkan hasil pemeriksaan, mengidentifikasi faktor risiko, serta memberikan saran preventif dan promotif sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat, yang meliputi pentingnya menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres. Selain itu, tim konsultan juga memberikan saran untuk tindak lanjut (rujukan) pemeriksaan lebih detail ke fasilitas kesehatan jika ditemukan ada hasil pemeriksaan peserta yang mengarah kepada risiko PTM atau gangguan kesehatan mental. Kegiatan Posbindu Masyarakat yang diikuti oleh total 114 peserta ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif bagi masyarakat dalam memahami kondisi kesehatannya. (YY/ZR)