Ramadhan Harmonis Bersama FIKES Minggu ke-2: Ramadhan sebagai Momentum Optimalisasi Ibadah dan Kinerja
Berita FIKES Online,- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Ramadhan Harmonis Bersama FIKES pada pekan kedua yang dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026, pukul 08.30–11.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.
Mengangkat tema “Ramadhan sebagai Momentum Optimalisasi Ibadah dan Kinerja”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., yang menyampaikan materi inspiratif tentang bagaimana bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi ruang peningkatan ibadah personal, tetapi juga momentum strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan produktivitas kerja.
Acara dibuka oleh Dekan FIKES Prof. Dr. Apt. Zilhadia M.Si, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menyelaraskan antara kekuatan spiritual dan tanggung jawab akademik. Beliau mengajak seluruh dosen dan civitas akademik untuk menjadikan nilai-nilai Ramadhan sebagai fondasi dalam membangun integritas, kedisiplinan, dan etos kerja yang unggul.

Dalam pemaparannya, Dr. Suparto menjelaskan bahwa puasa melatih pengendalian diri, manajemen waktu, serta konsistensi dalam menjalankan komitmen. Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, sangat relevan dengan peningkatan kinerja di lingkungan akademik. Ramadhan mengajarkan fokus, ketekunan, serta kemampuan menjaga kualitas kerja meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik.
Beliau juga menekankan pentingnya niat sebagai fondasi utama setiap aktivitas. Ketika pekerjaan diniatkan sebagai bagian dari ibadah, maka setiap tugas akademik—mengajar, meneliti, maupun pengabdian kepada masyarakat—akan memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang menggugah semangat peserta untuk merefleksikan kembali pola kerja dan kebiasaan sehari-hari. Antusiasme dosen dan civitas akademik terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.
Melalui Ramadhan Harmonis Bersama FIKES pekan kedua ini, diharapkan seluruh sivitas akademika semakin termotivasi untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri—tidak hanya dalam peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga dalam optimalisasi kinerja dan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat. (SY)