Studium General Green Campus:  Bukan Sekadar Kampus Hijau, tapi Gaya Hidup Akademik
Studium General Green Campus: Bukan Sekadar Kampus Hijau, tapi Gaya Hidup Akademik

Berita FIKES Online,- Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, perilaku, dan budaya masyarakat. Kesadaran tersebut menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan Studium General bertema “Green Campus sebagai Gaya Hidup Akademik: Membangun Budaya Lingkungan di Perguruan Tinggi” yang diinisiasi oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu 6 Mei 2026 di Auditorium MK. Tajudin Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini diramaikan oleh kehadiran para dosen dari Prodi Kesehatan Masyarakat dan total 198 orang Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat turut menghadiri kegiatan ini,  dan civitas akademika lainnya.

WhatsApp Image 2026-05-07 at 14.26.24

Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta, yang diwakilkan oleh Wakil Dekan II Prof. Dr. Yuli Amran, MKM yang menyampaikan bahwa pelaksanaan studium general ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur perguruan tinggi diajak untuk memahami bahwa konsep green campus bukan sekadar program fisik, tetapi merupakan bagian dari gaya hidup akademik yang harus dibangun secara konsisten.

Tiga orang narasumber diundang untuk mengisi kegiatan ini yaitu Prof. Hendrawati, M.Si sebagai perwakilan dari Green Campus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewi Utami Iriani, PhD sebagai Ahli Kesehatan Lingkungan dari Prodi Kesehatan Masyarakat FIKES UIN Jakarta dan Faiza Fauziah, S.Si, MBA merupakan founder EcoDeen yang dimoderatori oleh Ibu Dela Aristi, MKM. Paparan dari Prof. Hendrawati, MSi menyoroti peran dari civitas akademika khususnya mahasiswa agar berperan sebagai Agent of Change dan menginternalisasi upaya green campus dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian Faiza Fauziah, S.Si, MBA menyampaikan Etika menjaga lingkungan berdasarkan perspektif Islam, bahwa manusia diberikan hak guna terhadap lingkungan seperti yang tertulis dan termakna di dalam Al Quran, manusia merupakan khalifah yang wajib menjaga keseimbangan alam melalui upaya memakmurkan bumi, tidak melakukan kerusakan pada lingkungan. Lalu narasumber terakhir Dewi Utami Iriani, PhD menyampaikan strategi pengelolaan sampah dengan melakukan praktik Komposting menggunakan berbagai bahan yang disimulasikan secara langsung pada kegiatan tersebut.

Hal lain yang turut disampaikan bahwa green campus merupakan pendekatan pengelolaan kampus yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Konsep ini mencakup penghematan energi, pengelolaan sampah, efisiensi penggunaan air, penghijauan ruang kampus, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta integrasi isu lingkungan ke dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Narasumber juga menegaskan bahwa budaya lingkungan di perguruan tinggi harus dimulai dari perubahan perilaku sederhana. Mahasiswa dan dosen dapat berperan melalui kebiasaan membawa tumbler, memilah sampah, menggunakan kertas secara bijak, mematikan listrik setelah digunakan, menjaga kebersihan ruang kelas, serta aktif dalam kegiatan penghijauan kampus. Kebiasaan kecil tersebut apabila dilakukan secara kolektif akan memberikan dampak besar terhadap terciptanya lingkungan kampus yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-05-07 at 14.26.23

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif. Beberapa peserta menyampaikan pandangan mengenai tantangan penerapan green campus, seperti fenomena yang terlihat disekitar lingkungan kampus bahwa masih ditemukan fasilitas seperti counter water untuk refill air minum yang kurang terawat, titik lokasi TPSTM sebagai bagian dari pengelolaan sampah di lingkungan kampus yang masih belum optimal. Sehingga perlu peran penting dan kolaborasi antar unit di lingkungan kampus. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan komitmen, keteladanan, dan partisipasi seluruh sivitas akademika.

Kegiatan Studium General ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan green campus sebagai bagian dari gaya hidup akademik. Dengan membangun kesadaran, membentuk kebiasaan, dan memperkuat kebijakan, perguruan tinggi dapat berperan nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan berwawasan keberlanjutan. (SRHL)