UIN Jakarta melalui Program Studi Farmasi Menjadi Co-Host KNMA 2026, Perkuat Sinergi Akademisi dan Industri Minyak Atsiri Nasional
UIN Jakarta melalui Program Studi Farmasi Menjadi Co-Host KNMA 2026, Perkuat Sinergi Akademisi dan Industri Minyak Atsiri Nasional

Tangerang Selatan, Berita FIKES Online,– Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), berkolaborasi dengan Dewan Atsiri Indonesia (DAI) dalam penyelenggaraan Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) 2026 yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Hotel Trembesi BSD, Tangerang Selatan. Dalam kegiatan ini, UIN Jakarta berperan sebagai salah satu co-host dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi sebagai bagian dari kepanitiaan.

Mengusung tema “Inovasi Teknologi Budidaya dan Proses Produksi dalam Mendukung Keberlanjutan dan Daya Saing Minyak Atsiri Indonesia”, KNMA 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, asosiasi, dan pelaku industri untuk membahas peluang, tantangan, serta arah pengembangan industri minyak atsiri nasional. Pembahasan konferensi mencakup berbagai aspek, mulai dari budidaya, prosesing, pemasaran, aktivitas biologi, produk hilir, sustainability, hingga biodiversity, Rabu, (4/11/2026).

WhatsApp Image 2026-11-05 at 13.33.06

Rangkaian kegiatan diawali pada 2 November 2026 melalui pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Atsiri Indonesia dan Gala Dinner. Pada acara Gala Dinner, UIN Jakarta diwakili oleh Wakil Rektor Bidang 4 Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Din Wahid, M.A., Ph.D., serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Zilhadia, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Din Wahid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Atsiri Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Jakarta untuk menjadi salah satu co-host KNMA 2026. Beliau juga menyoroti besarnya potensi pengembangan minyak atsiri melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan UIN Jakarta, khususnya dengan Program Studi Farmasi, Agribisnis, dan program studi lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan penelitian, inovasi, serta hilirisasi minyak atsiri, mulai dari pemanfaatan bahan alam hingga pengembangan produk bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.

WhatsApp Image 2026-11-05 at 13.33.05

Memasuki agenda utama pada 3 November 2026, kegiatan konferensi dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian Kota Tangerang Selatan, Mochamad Hardi, S.T., M.M., yang sekaligus melantik pengurus Dewan Atsiri Indonesia periode 2026–2031. KNMA 2026 juga menghadirkan Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, beliau mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri agar Indonesia semakin mampu mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tinggi, khususnya untuk industri parfum, kosmetik, hingga farmasi. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia menempati posisi sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kelima di dunia, dengan minyak nilam sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor nasional.

Konferensi ini diikuti oleh total peserta hingga mencapai 190 orang dan didukung oleh 36 sponsor dari berbagai pihak. Capaian tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan terhadap pengembangan industri minyak atsiri Indonesia, sekaligus memperkuat posisi KNMA sebagai ruang kolaborasi antara sektor akademik, pemerintah, dan industri.

Dalam penyelenggaraan KNMA 2026, UIN Jakarta melalui Program Studi Farmasi FIKES turut memberikan kontribusi nyata dengan melibatkan 17 mahasiswa dan 2 dosen, yaitu apt. Hendri Aldrat, M.Si. dan apt. Adha Dastu Illahi, M.Farm., sebagai bagian dari kepanitiaan. Keterlibatan mahasiswa dan dosen mencakup berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari pembawa acara (Master of Ceremony/MC), penampilan tari oleh mahasiswa FIKES, registrasi peserta, hingga dukungan teknis dan operasional selama kegiatan berlangsung.

Partisipasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan institusi terhadap penyelenggaraan konferensi nasional, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan berskala nasional, mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim, serta membangun jejaring dengan akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri.

Rangkaian KNMA 2026 ditutup pada 4 November 2026 melalui kegiatan field trip ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Paragon. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian konferensi yang mempertemukan perspektif akademik, penelitian, dan industri dalam ekosistem pengembangan minyak atsiri Indonesia.

Melalui keterlibatan sebagai co-host KNMA 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Program Studi Farmasi FIKES menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Sinergi lintas program studi dan kemitraan dengan industri diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan minyak atsiri yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat nasional maupun global. (ADI)

Tag :