Penyuluhan dan Pelatihan Penanganan Diare Sebagai Upaya Penurunan Stunting di Wilayah Pondok Ranji
Tangerang Selatan, Berita Fikes Online,- Dalam rangka penurunan stunting di Kelurahan Pondok Ranji, Mahasiswa PBL Kelompok 1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan penyuluhan dan pelatihan terkait pencegahan dan penanganan pertama Diare pada balita dengan nama kegiatan PEDAS (Perilaku Sehat, Diare Tuntas). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Februari 2023 di Pos Gizi RW 03 dengan kolaborasi antara Mahasiswa, Akademisi, Masyarakat, Kelurahan, Puskesmas, serta Kader Kesehatan setempat. Acara pembukaan penyuluhan PEDAS diisi oleh sambutan dari perwakilan kelurahan Pondok Ranji dan kepala puskesmas Pondok Ranji. Bapak Nuh, selaku perwakilan kelurahan berujar "Stunting di wilayah Pondok Ranji perlu ditangani. Pembahasan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa PBL UIN Jakarta kali ini terkait diare sesuai dengan upaya yang dilakukan di kelurahan Pondok Ranji, yaitu pembangunan jamban. Jamban yang digunakan secara bersamaan menjadi salah satu penyebab terjadinya diare di wilayah Pondok Ranji. Oleh karena itu, pihak kelurahan Pondok Ranji telah melakukan pembangunan septic tank secara gratis kepada beberapa keluarga yang membutuhkan. Sehingga hal ini sejalan dengan percepatan penanganan stunting di wilayah Pondok Ranji". Selain itu, Dokter Hartono selaku kepala puskesmas juga memberikan beberapa pernyataan yang berbunyi "Stunting di wilayah Pondok Ranji jumlahnya tidak sedikit, bahkan dapat dikatakan memiliki kasus terbanyak di Tangerang Selatan. Hal ini dapat disebabkan oleh bagusnya pencatatan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Pondok Ranji, sehingga dapat diketahui jumlah balita yang stunting di Pondok Ranji. Namun, stunting bukan hanya menjadi masalah di Pondok Ranji saja, tetapi memang merupakan masalah nasional yang harus diatasi". Dengan demikian, permasalahan kejadian stunting masih menjadi salah satu fokus yang ingin diselesaikan oleh berbagai pihak di wilayah kelurahan Pondok Ranji. Setelah pemberian sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan pemaparan materi penyuluhan dari Ibu Izza Hananingtyas, S.K.M, M.Kes. selaku dosen pembimbing mahasiswa PBL kelompok 1. Materi yang disampaikan terdiri dari pengertian stunting, keterkaitan stunting dengan diare, serta pencegahan dan penanganan pertama diare pada balita. Dalam pemaparannya, Ibu Izza menyampaikan bahwa "kejadian diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan balita kehilangan zat gizi serta berkurangnya daya tahan tubuh, sehingga memudahkan anak terserang penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan balita." Kejadian diare pada balita tidak selalu dapat dicegah, karena terkadang pengawasan orang tua terkait PHBS balita tidak terlaksana secara maksimal. Maka dari itu, penanganan pertama diare pada balita penting untuk dipahami dan dilakukan oleh orang tua balita, sehingga dapat mencegah hilangnya zat gizi balita secara berlebih. Salah satu penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian oralit pada balita sesuai dengan dosisnya. Terkait hal ini, mahasiswa PBL kelompok 1 melaksanakan pelatihan pembuatan oralit serta penjelasan pemberian dosis oralit pada balita setelah pemaparan materi penyuluhan.
Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan pun tidak dilakukan secara hambar, karena dilaksanakan sesi quiz berhadiah setelah pelatihan pembuatan oralit. Sesi ini dilakukan untuk melatih ingatan para peserta ibu balita terkait materi penyuluhan dan pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Terdapat tiga pertanyaan yang diberikan antara lain terkait bahan-bahan pembuatan oralit, dosis pemberian oralit pada balita, dan pengaruh diare terhadap stunting. Kegiatan pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Irzan selaku ketua kelompok 1 dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi/foto bersama yang dilakukan di depan balai warga RW 03. Setelah pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan agar ibu balita RW 03 dapat memperoleh pengetahuan serta kemampuan terkait pencegahan dan penanganan pertama diare pada balita, sehingga salah satu faktor penyebab stunting pada balita yakni diare berkelanjutan dapat dikendalikan. (zr)
