Yudisium Wisuda ke 140 Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakata: Cetak 108 Sarjana Baru
Berita FIKES Online,- Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan Yudisium ke-140 pada hari Kamis, 21 Mei 2026 di Auditorium M.K. Tadjuddin. Merujuk pada Keputusan Dekan FIKES UIN Jakarta Nomor 27 Tahun 2026 tentang Wisuda dan Lulusan Terbaik Program Strata Satu (S-1) Wisuda ke-140 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 menetapkan sebanyak 108 Wisudawan dengan pembagian sebagai berikut: 8 Peserta Program Studi Kesehatan Masyarakat, 2 Peserta program Studi Farmasi dan 98 Peserta program studi Ilmu Keperawatan.
Pada Yudisium kali ini, Fakultas menetapkan ALIMA BALQIS ZHAFIRA sebagai lulusan terbaik dari prodi Kesehatan Masyarakat lulus dengan IPK 3.51 (Cum Laude) dan lulusan terbaik Fakultas jatuh kepada ZHAFIRA KAMILA DEWI dari prodi Ilmu Keperawatan dengan IPK 3.92 (Cum Laude).

Pada sambutan yang diberikan sebagai Wisudawan terbaik, Zhafira menyatakan kerja keras dan ketekunan selama menempuh kuliah adalah modal untuk menghadapi persaingan dunia yang ketat. Zhafira juga menekankan bahwa nilai seseorang tidak dilihat dari seberapa tinggi gelarnya, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi orang lain. Apalagi sebagi lulusan ilmu Kesehatan, Masyarakat membutuhkan tenaga Kesehatan yang mampu memahami dan menguatkan sesama manusia.
Dalam sambutan dan pidato pelepasan Wisudawan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menekankan bahwa lulusan Fakultas ini harus bangga karena program studi yang dinaungi FIKES sudah terakreditasi unggul secara Internasional dan siap bersaing. Dekan juga menyampaikan momen ini bukanlah akhir dari perjalanan studi, melainkan sebuah gerbang pembuka menuju petualangan baru di dunia karier profesional. Lulusan program studi Farmasi dan Ilmu Keperawatan dituntut untuk segara melanjutkan Pendidikan profesi sedangkan prodi Kesehatan Masyarakat didorong untuk melanjutkan studi ke jenjang magister bagi yang memiliki minat tersebut. Para lulusan sebagai calon tenaga Kesehatan harus mampu membuktikan kualitas diri melalui kerja keras yang tangguh di lapangan serta senantiasa menjaga keluhuran etika dan moral.

Momentum yudisium ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keilmuan tidak berhenti di tingkat sarnaja, melainkan terus berlanjut dalam praktik profesional yang berintegritas, beretika, dan berorientasi pada kebermanfaatan diri di tengah Masyarakat lusa. Semoga para lulusan terus diberikan kemudahan dalam tiap langkahnya, kesuksesan dalam berkarier, serta mampu membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional. (ARN)
